demam

demam

Fever in Children Purnamawati S Pujiarto, Dr SpAK, MMPed

Demam merupakan masalah yang sering menimpa anak kita dan tidak sedikit kita2 sebagai orang tua mudah panik sehingga langsung ke dokter anak dan berharap agar cepat sembuh. Sebenarnya kalau kita tahu apa itu demam dan cara mengatasinya, tidak selalu kita harus ke dokter loh…

Lalu apa sih demam itu?

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh anak mencapai lebih dari 38Cdan prosesnya terdiri dari 3 fase, yaitu (1) menggigil sampai suhu tubuh mencapai puncaknya (2) suhu menetap dan (3) suhu menurun.
Demam juga merupakan mekanisme tubuh untuk melawan penyakit, karena suhu tubuh yang tinggi dapat membunuh virus (yang bisa meningkat jumlahnya pada suhu tubuh rendah). So better not to treat low grade fever.

Bagaimana bisa timbul demam?
Peningkatan suhu tubuh ditimbulkan oleh beredarnya molekul kecil didalam tubuh kita yang disebut PIROGEN (zat pencetus panas). Zat ini juga berguna untuk mengerahkan sel darah putih ke lokasi infeksi dan terjadinya peningkatan pirogen ini bisa disebabkan karena;

  1. Infeksi
  2. Non Infeksi, seperti alergi, tumbuh gigi, keganasan, autoimun (adanya kesalahan “program” di dalam tubuh dimana organ tubuh kita disangka sebagai “musuh” dan diserang oleh sistem kekebalan tubuh kita sendiri) dan lain2.

Diantara kedua penyebab diatas, demam lebih sering disebabkan karena infeksi, bisa oleh bakteri atau virus and in most cases (more than 75%), infeksi ini disebabkan oleh virus , terutama pada bayi dan anak .

Jadi bisa disimpulkan bahwa demam bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu gejala….dan gejala tidak akan hilang apabila penyebabnya tidak ditangani. Makanya ketika anak diberikan obat penurun panas (tempra, panadol), dalam beberapa jam panasnya naik lagi, ini terjadi karena obat penurun panas tidak menyembuhkan penyakitnya.
Lalu apa dong gunanya minum obat penurun panas? gunanya adalah supaya menurunkan suhu tubuh, agar suhu tubuh tidak terus meningkatdan supaya anak merasa nyaman (pain killer), tetapi bukan untuk menormalkan suhu tubuh!

Sekali lagi mohon di ingat – demam bukan penyakit – demam adalah gejala & yang terpenting – cari penyebabnya.
Kalau penyebabnya infeksi virus seperti pilek atau flu, obatnya hanya waktu dan beberapa pegangan di bawah ini. Jangan berikan antibiotik karena antibiotik tidak dapat membunuh virus

Cara mengatasi demam

  1. Minum Banyak karena demam dapat menimbulkan dehidrasi (baca “kerugian yg dapat terjadi karena demam”).
  2. Kompres anak dengan air hangat.
    Kok bukan dengan air dingin? karena apabila diberi air dingin, otak kita akan menyangka bahwa suhu diluar tubuh dingin sehingga otak akan memerintahkan tubuh untuk menaikkan suhunya dengan cara menggigil sehingga memproduksi panas. Akibatnya suhu tubuh anak bukannya turun, melainkan tambah panas.
  3. Beri obat penurun panas, acetaminophen atau paracetamol seperti tempra, panadol, atau paracetol, tylenol, sesuai dosis. Kapan obat penurun panas diberikan? Bila suhu di atas 38.5C, atau bila anak uncomfortable. Sebaiknya jangan berikan obat demam apabila panasnya tidak terlalu tinggi (dibawah 38.5C).

Note: Baca attachment slide 3 & 4: Mekanisme Pengaturan Suhu Tubuh.

Ingat:

  • Sebaiknya kompres dilakukan ketika: anak merasa uncomfortable, suhu mencapai 40C, pernah kejang demam/keluarga dekat pernah menderita kejang demam atau anak muntah2 sehingga obat tidak bisa masuk.
  • Cara melakukan kompres: taruh anak di bath tub mandi dengan air hangat (30-32C) atau usapkan air hangat disekujur tubuh anak. Kalau anak menolak, duduk di bath tub beri mainan & ajak bermain.


Kerugian yang dapat terjadi karena demam

1. Dehidrasi
Tanda2nya: ubun2 cekung, kencingnya sedikit dan apabila punggung tangannya dicubit, kulitnya lambat kembali.
Yang harus dilakukan: beri minum yang banyak, jus buah, es batu atau es krim. Apabila anak muntah atau diare, berikan oralit, pedialite, atau kalau sudah di atas usia 1 tahun tetapi tidak menyukai pedialit atau oralit, dapat diberikan pocari sweat atau gatorade (yang penting minuman yg mengandung elektrolit).

2. Kejang Demam(Febrile convulsion)
Jarang terjadi, terutama pada anak usia antara 6 bulan – 3 tahun. Tanda2nya: hilang kesadaran, kedua tangan kakinya bergerak dalam waktu yang sebentar (istilah nya kejang yg menyeluruh atau generalized, tidak hanya satu sisi saja atau tangan saja atau kaki saja), biasanya berlangsung beberapa detik dan tidak lebih dari 5 menit.
Berbeda dgn kejang yg disebabkan epilepsi (kejang nya lama, tidak harus seluruh anggota tubuh yang mengalami kejang, dan setelah kejang tidak sadar) or radang otak akibat herpes simplex yg tanda2nya: hanya sebelah tangan kakinya yg bergerak dan terjadi dlm waktu lama, lebih dr 10 menit, dan setelah kejang pasien tidak sadar.

Walau nampak menakutkan, kejang demam umumnya tidak berbahaya, namun begitu apabila anak mengalami kejang, sebaiknya dibawa ke dokter.
Ada obat yang dapat mengurangi kejangnya, seperti diazepam atau valium yang berguna untuk merelaksasi otot. Tapi harus diberikan ketika terjadi kejang, tidak berguna apabila diberikan sebelum atau sesudah kejang.


Obat demam

Tabel dibawah menunjukkan beberapa obat demam yang tersedia di Indonesia

IBUPROPHEN ACETAMINOPHEN ACETOSAL METAMIZOLE
Untuk Mengobati Nyeri, Demam, Peradangan Demam, Nyeri Nyeri, Demam, Peradangan Nyeri, Demam, Peradangan
Merk Dagang Proris, Fenris, Motrin Tempra, Panadol Aspilet, Aspirin, Aseptosal Novalgin
Efek Samping Iritasi lambung, pendarahan saluran pencernaan. Jgn diberikan bila anak muntah/diare. Paling aman, bila sesuai dosis. Overdose menyebabkan kerusakan hati. Gangguan otak dan hati, iritasi lambung. Tidak untuk anak dibawah 12 tahun. Alergi (contoh: muka bengkak)


The best medication for our children is look for the safety, not the efficacy. And remember drugs carry the potentiiality to be toxic, so – be sensible of using/consuming drugs.

Prinsip dalam menangani demam
Dibawah ini merupakan hal2 yg harus kita lakukan apabila anak demam as recommended by Mayo Clinic USA dan AAP )American Academy of Pediatrics):
– Cari tahu penyebab panasnya.
– Don’t panic! umumnya demam tidak membahayakan jiwa.
– Amati perilaku anak. Bila pada suhu tidak terlalu tinggi anak masih riang, aktif dan mau main, maka kita tidak perlu panik.
– Jangan memberikan obat penurun panas bila demam tidak tinggi.
– Mengetahui kapan harus cemas dan menghubungi dokter (lihat dibawah).

Kapan harus menghubungi dokter?

Dibawah adalah panduan yang dibuat oleh American Academy of Pediatrics:
– Bila bayi berusia kurang dr 3 bln dgn suhu tubuh mencapai 38C atau lebih.
– Bila bayi berusia 3-6 bln dgn suhu tubuh mencapai 38.3C atau lebih.
– Bila bayi & anak berusia lebih 6 bln dgn suhu tubuh mencapai 40C atau lebih.
– Tidak mau minum/ telah mengalami dehidrasi.
– Menangis terus menerus.
– Tidur terus menerus.
– Kejang
– Sesak nafas, gelisah, muntah or diare.

Medical Library Done with printing

Home Treatment of Fever

For purchasing or reprint information, click here.

Fevers under 101 degrees Fahrenheit (38.3 degrees Celsius) generally do not need to be treated unless your child is uncomfortable or has a history of febrile convulsions. Even higher temperatures are not in themselves dangerous or significant unless your child has a history of convulsions or a chronic disease. It is more important to watch how your child is behaving. If he is eating and sleeping well, and has periods of playfulness, he probably doesn’t need any treatment. If he seems to be bothered by the fever; however, you can treat it by a variety of ways, including medication and sponging.
Fever Medication
There are several medications that can reduce body temperature by blocking the mechanisms that cause a fever. These so-called antipyretic agents include acetaminophen, ibuprofen and aspirin. All three of these drugs appear to be equally effective at reducing fever. However, since aspirin may cause or be associated with side effects, such as stomach upset, intestinal bleeding and (most seriously) Reye syndrome, we do not recommend using it to treat a simple fever. Ibuprofen use is approved for children 6 months of age and older; however, ibuprofen should never be given to children who are dehydrated or vomiting continuously.
Ideally, the dose of acetaminophen should be based on a child’s weight, not his age. The dose of ibuprofen should be based on baseline temperature and weight, not his age. However, the dosages listed on the labels of acetaminophen bottles (which are usually calculated by age) are generally safe and effective unless your child is unusually light or heavy for his age.
Be sure to read and follow the instructions on the manufacturer’s label when using any medication. Following the instructions is important to ensure that your child receives the proper dosages. Acetaminophen may be contained in other over-the-counter medications, such as cold preparations. Read all medication labels to ensure your child is not receiving multiple doses of the same medicine. As a general rule, do not give a baby under 2 years acetaminophen or any other medication without the advice of your pediatrician.
Sponging to Ease Fever
In most cases, using oral acetaminophen or ibuprofen is the most convenient way to make your feverish child more comfortable. However, in some cases you might want to combine this with tepid sponging or just use sponging alone.
Sponging is preferred over acetaminophen if your child is known to be allergic to, or is unable to tolerate, antipyretic (antifever) drugs (a rare case).
It is advisable to combine sponging with acetaminophen or ibuprofen if:

  • Fever is making your child uncomfortable.
  • He has a temperature over 104 degrees Fahrenheit (40 degrees Celsius).
  • He has a history of febrile convulsions or someone else in your immediate family has had them.
  • He is vomiting and may not be able to retain the medication.

How to Sponge Your Child for Fever
To sponge your child, place him in his regular bath (tub, bathinette or baby bath), but put only 1 to 2 inches of tepid water (85 to 90 degrees Fahrenheit or 29.4 to 32.2 degrees Celsius) in the basin. If you do not have a bath thermometer, test the water with the back of your hand or wrist. It should feel just slightly warm. Do not use cold water, since that will be uncomfortable and may cause shivering, which can raise his temperature. Seat your child in the water, it is more comfortable than lying down. Then, using a clean washcloth or sponge, spread a film of water over his trunk, arms and legs. The water will evaporate and cool the body. Keep the room at about 75 degrees Fahrenheit (23.9 degrees Celsius), and continue sponging him until his temperature has reached an acceptable level. Never put alcohol in the water; it can be absorbed into the skin or inhaled, which can cause serious problems, such as coma.
Usually, sponging will bring down the fever in thirty to forty-five minutes. However, if your child is resisting actively, stop and let him just sit and play in the water. If being in the tub makes him more upset and uncomfortable, it is best to take him out even if his fever is unchanged. Remember, fever in the moderate range (less than 102 degrees Fahrenheit [38.9 degrees Celsius]) is in itself not harmful.
Treating a Mild Fever

  • Keep your child’s room comfortably cool, and dress him lightly.
  • Encourage him to drink extra fluid (water, diluted fruit juices, gelatin-flavored water).
  • Avoid giving extremely fatty foods or others that are difficult to digest, as fever decreases the activity of the stomach, and foods are digested more slowly. There is no reason to discontinue giving your child the milk he normally drinks.
  • If the room is warm or stuffy, place a fan nearby to keep the cool air moving.
  • Your child does not have to stay in his room or in bed when he has fever. He can be up and about the house, but he should not run around and overexert himself.
  • If the fever is a symptom of a highly contagious disease (e.g., chickenpox), keep your child away from other youngsters and elderly people.

Excerpted from Caring for Baby and Young Child: Birth to Age 5, Bantam 1999 © Copyright 2000 American Academy of Pediatrics

This article is provided by Medem, Inc. All rights reserved.

Q & A

1. Q (Minda) : Apakah tepat memberikan memberikan stesolid pada anak yang demam tinggi dan apakah kita harus selalu mempunyai/membawa persediaan stesolid ? A : Stesolid adalah nama dagang dari diazepam, nama dagang lainnya adalah VALIUM, karenanya Stesolid = VALIUM !!!. Obat ini bekerja mengendorkan otot (muscle relaxan). Obat ini diberikan saat anak kejang. Efek samping dari obat ini adalah depresi pusat pernafasan, artinya penggunaan obat ini dapat menghentikan sistem pernafasan. Oleh karena itu, perlu dimonitor dengan ketat sistem napas si anak Di lain pihak, penelitian terakhir membuktikan bahwa stesolid tidak dapat mencegah terjadinya kejang demam. Karenanya pada kasus tertentu dimana anak mempunyai riwayat/bakat kejang, orangtua boleh mempunyai persediaan stesolit namun hanya digunakan pada saat anak mulai kejang, bukan pada saat panas mulai tinggi. 2. Q (Runi ) : Apakah anak yang sering demam tinggi berisiko mengalami kejang atau epilepsi? A: Tidak. 3. Q (Wiwin) : Apa saja cirri-ciri anak dehidrasi ? A : Ciri-ciri dehidrasi : - Tidak ada air mata - Ubun-ubun cekung - Bila dicubit di punggung tangan, kulit akan lama kembali normal (mulus) - Bibir kering - Frekuensi dan volume buang air kecil berkurang - Berat badan turun, untuk anak < 1 th, penurunannya sudah > 10% Anak yang dehidrasi harus dirawat di RS (inipun hanya untuk diinfus cairan) ketika : - Muntah - Tidak mau minum sama sekali - Dehidrasinya berat 4. Q (Wulan) : Apakah ada batasan jumlah dan jenis obat yang boleh diracik menjadi puyer untuk menghindari interaksi antar obat yang merugikan A : Interaksi obat adalah sebuah pengetahuan tersendiri yang seharusnya dipelajari dengan baik oleh calon dokter dan calon pharmasist. Sebagai orang tua, ada beberapa prinsip sederhana yang patut kita pegang: - Bahwa pada dasarnya semua obat bisa bersifat racun (terutama terhadap hati). - Bahwa pada umumnya semua obat bersifat lipophilic (larut dalam lemak) agar dapat diserap oleh usus/tubuh. Sedangkan agar residu obat dapat dibuang oleh tubuh, maka obat tersebut harus dioleh menjadi zat yang hydrophilic (larut dalam air). Proses pengolahan tersebut terjadi dalam hati, membutuhkan enzym tertentu dan menghasilkan zat antara yang dapat bersifat racun (free radicals, oxygen reactive). - Intinya, sesedikit mungkin mengkonsumsi obat Karenanya, usahakan untuk selalu meminta dokter anak untuk : - Menuliskan (atau membacakan ulang dan kita tulis di catatan sendiri) komposisi obat apa saja yang ada dalam racikan puyernya. - Minta penjelasan cara kerja setiap obat (misalnya : obat A untuk batuknya, obat B untuk alergi, obat C untuk obat tidur) - Memberikan saja masing2 obat tersebut dalam bentuk aslinya (tablet atau syrup). Orang tua selayaknya hanya membeli dan konsumsi obat yang benar-benar dibutuhkan saja. 5. Q (Ismi) : Bolehkan terlebih dahulu memberi treatment tradisionil kepada anak sebelum memberi obat-obatan medis? A : Treatment tradisional seperti yang dikemukakan tadi boleh saja diterapkan sebagai first aid pada saat anak panas apalagi bila sifatnya bukan yang diminum/ditelan (misalnya membalurkan bawang merah + minyak telon) 6. Q (Ella M) : Bagaimana mengatasi anak yang muntah setiap habis berenang ? A : Kejadian ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya : terkontaminasi air kolam renang, terlalu lelah, dll. Yang perlu di lakukan adalah selalu memberikan cairan (apapun yang disukai anak) dan istirahat yang cukup. Sepanjang anak tidak menampakkan gejala lemas yang berkelanjutan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. 7. Q (Ella F) : Apakah alat pengukur suhu tubuh di ketiak yang terbaik ? 8. Q (Elfrida) : Mengapa hasil pengukuran suhu dengan ear thermometer selalu 1° lebih tinggi daripada hasil pengukuran dengan mercury thermometer ? Dan apakan anak yang batuk/pilek bolah diterapi pijat? A : Alat pengukur suhu tubuh yang terbaik adalah yang mencerminkan suhu di dalam tubuh, karena hasil yang ditampilkan akan lebih akurat. Pada anak besar, pengukuran di mulut – di bawah lidah, merupakan cara yang akurat. Cara kedua adalah mengukur suhu di dubur dan ear thermometer (Thermoscan). Hasil pengukuran suhu dengan ear thermometer selalu 1° lebih tinggi daripada hasil pengukuran di ketiak, karena pengukuran di ketiak dipengaruhi oleh faktor luar (udara) yang membiaskan pengukuran suhu. Anak batuk/pilek boleh dipijat. Boleh, bagus, supaya anak tenang, relaks dan aliran darah lancar. 9. Q (Anindy) : Apa fungsi antibiotik (AB) dalam viral infection (infeksi yang disebabkan oleh virus) ? A : Sampai saat ini tidak ada satu obat pun yang dapat membunuh/menghambat pertumbuhan virus. AB hanya efektif untuk bacterial infection dengan cara melumpuhkan perangkat berkembang biaknya atau menghancurkan dinding sel bakteri. AB tidak berguna untuk mengobati viral infection. 10. Q (Ina) : Berapa banyak jumlah maximal Pocari Sweat yang boleh diminum anak dalam 1hari ? A : Sebetulnya tidak ada batasan yang baku, apalagi pada anak besar yang sehat fungsi ginjalnya, kelebihan akan dibuang oleh si ginjal, namun perlu diingat bahwa setiap hal yang berlebih adalah tidak baik. Juga perlu diketahui bahwa anak < 1 th ginjalnya belum berfungsi secara sempurna untuk membuang kelebihan mineral dalam tubuh. 11. Q (Esie) : Bagaimana menangani anak yang sering radang tenggorokan/ batuk/pilek? Bagaimana pula pengobatan yang tepat mengingat DSAnya selalu memberikan puyer dari racikan banyak obat. A : Hal ini akan dibahas pada Session Common problems in pediatrics. 12. Q (Ireina) : Anak saya pernah mengalami panas tinggi selama 5 hari, kemudian dirawat dengan diagnosa parathypus. Pada saat demam tinggi keluar cairan kuning dari telinganya. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? A : Kuman parathypus rasanya tidak akan menimbulkan komplikasi yang berbahaya, dan juga tidak memerlukan antibiotik (kenapa di rawat ya?). Cara mencegah berulangnya? Kuman ini ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar – jadi hidup sehat saja, jaga k ebersihan 13. Q (Dyah) : Bagaimana dengan fugnsi suplemen untuk anak? Apakah Igastrum merupakan suplemen yang baik? A : Penggunaan suplemen belum dapat dibuktikan secara medis manfaatnya. Igastrum sendiri, kalaupun memang dihasilkan dari kolustrum sapi masih harus dipertanyakan apakah zat/kolustrum yang ada tidak rusak dalam proses pengolahannya. Yang terbaik adalah ASI dan makanan bergizi yang disajikan secara menarik dan variatif. 14. Q (Alergi) : Apakah alergi pada obat-obatan tertentu (Penicylin dan turunannya) menurun pada anak? A : Alergi biasanya menurun pada anak, meskipun bisa dalam bentuk alergi yang lain.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 113 pengikut lainnya.