Amenorea

Amenorea adalah keadaan tidak haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut. Ada yang membagi berdasarkan amenorea fisiologik (prapubertas, hamil, laktasi, pasca menopause) dan amenorea patologik (amenorea primer, amenorea sekunder), dan ada yang menggolongkan menjadi amenorea primer, amenorea sekunder dan menopause. Amenorea primer menunjukkan suatu kelainan medis yang bermakna disebabkan oleh genetik, anatomik, atau endokrin yang mempunyai prevalensi 1-2 %. Hal ini terjadi pada usia 14 tahun dengan tidak adanya pertumbuhan tanda-tanda kelamin sekunder (pertumbuhan payudara, rambut pubis dan rambut ketiak) atau pada usia 16 tahun yang telah tampak tanda-tanda kelamin sekunder, atau tidak haid selama 3 tahun setelah menarche.

Amenorea sekunder adalah tidak haid lebih dari 6 bulan setelah kejadian haid sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh anatomik (jaringan parut endometrium oleh karena infeksi atau kuretase) dan yang paling sering disebabkan oleh anovulasi. Anovulasi ini disebabkan karena kegagalan ovarium dalam mensekresi estrogen dan progesteron berhubungan dengan banyak penyebab. Penyebab paling sering dari amenorea sekunder wanita pre-menopause adalah kehamilan dan diagnosis ini harus ditegakkan sebelum mencari penyebab lebih lanjut. Pada wanita dengan estrogen berlebihan yang sering disebabkan oleh sindroma ovarium polikistik (SOP). Pada wanita dengan estrogen yang rendah, kelainan hipotalamik (termasuk stress emosional, penyakit kambuhan, latihan fisik berlebihan atau perubahan berat badan) merupakan penyebab paling sering. Adenoma pituitari yang mengsekresi non prolaktin dapat juga mengakibatkan defisiensi gonadotropin dan amenorea. Pada wanita dengan penyakit autoimmune (diabetes mellitus tipe I, thyroiditis hashimoto atau penyakit Addison), kegagalan ovarium prematur perlu dipertimbangkan. Kegagalan ovarium prematur didiefinisikan sebagai amenorea sekunder, hypoestrogenemia, dan peningkatan gonadotropin sebelum umur 40 tahun. Kadar prolaktin meningkat pada 10-20% wanita dengan amenorea sekunder sehingga diperlukan pemeriksaan serum prolaktin pada semua kasus amenorea.

DATA LENGKAP, KLIK DOWNLOAD FILE
Iklan

3 Tanggapan

  1. saya berumur 17,5 tahun. saya tidak haid sudah dari 1,5 tahun yg lalu. tinggi 165 berat 87 (obesitas). jika saya periksa ke dokter berapa budget yg hrs saya siapkan? trims.

  2. Jika wulan memeriksakan diri ke d0kter,pertama tama akan ditanyakan soal siklus dari awal menarche.lalu d0kter akan melakukan usg utk mdeteksi apakah ada kelainan di organ repr0duksi.namun perlu dicatat,usg abd0men (perut) utk wanita gemuk lebih sulit karena tebalnya dinding perut.kemudian d0kter mgajukan pgantar ke lab utk pemeriksaan h0rm0n.pemeriksaan ini utk mnentukn apakah kelainan ini krn obesitas,h0rm0nal atau diabetes.

    Utk k0nsultasi ke dokter mungkin butuh biaya 10o rb,utk usg 2 dimensi (hitam putih) sekitar 10o rb,4 dimensi (warna) 20o-3o0rb,cek h0rm0n berkisar 1-1.5 jt. Jika hasil lab n0rmal,anda hanya akan dianjurkan utk diet dan olahraga.sdgkn jika masalah wulan adalah h0rm0nal,perlu terapi h0rm0n.utk sekali terapi mgkn bth biaya 2jt.

    Mgingat biaya yg tidak murah,perlu k0munikasi mengenai masalah wulan ke orangtua.apalagi,mens terakhir sudah 1,5 tahun yang lalu.segera periksakan diri ke d0kter,krn alat repr0duksi adalah hl penting yg patut diperhatikan seksama bwt se0rang wanita.mulailah untuk hidup sehat,jauhi makanan sampah dan byk olahraga.

    Sem0ga membantu.

  3. ga ada askep na ya…..aku butuh……………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: