Hubungan antara Budaya dan Disfungsi Seksual

Dalam sejarah perkembangan, bangsa Indonesia telah banyak berbuat sesuai dengan perilaku yang nyata dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari budaya dan perilaku bangsa Indonesia yang masih kental dalam hal yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi. Masih banyak perilaku-perilaku yang mencerminkan sikap dan kepribadian yang bertolak belakang dengan budaya asli Indonesia. Kepribadian ini mewariskan sifat-sifat tertutup terhadap suatu hal yang masih tabu, khususnya perilaku seksual.

Permasalahan kesehatan seksual dan reproduksi semakin kompleks, baik yang dialami kelompok masyarakat secara umum (perempuan ataupun laki-laki) atau kelompok tertentu misalnya pekerja seksual komersial, anak jalanan, anak yang dilacurkan, dan lain-lain. Perkembangan ilmu pengetahuan dan dunia hiburan menyebabkan nilai-nilai budaya semakin longgar (budaya permisif) sehingga berbagai film, VCD, buku porno beredar dengan mudah di perkotaan maupun pedesaan.

Dalam upaya mencapai manusia Indonesia yang tangguh dan berdedikasi tinggi, generasi penerus yang unggul, upaya kesehatan reproduksi dirasakan sangat berperan penting. Perkembangan zaman terus maju, teknologi semakin canggih, namun warisan budaya upaya kesehatan reproduksi nenek moyang kita tidak boleh ditinggalkan begitu saja. Bahkan perlu dikaji secara seksama dari aspek kelayakan yang tepat guna dan keampuhannya demi keselamatan dan kesehatan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: