Hamil via Internet

Berita hangat (agak basi) dari manca

BBC memberitakan bahwa sebagian remaja China menggunakan internet sebagai media komunikasi s3ksual. Tanpa pendidikan yang memadai dari orang tua dan para ahli, bisa diduga komunikasi antar remaja tersebut berbuah kehamilan. Parahnya, menurut survey seorang dokter di Shanghai, para pria menghilang begitu si remaja putri mengaku hamil. Walah … (

Bagaimana di Indonesia ?
Sejauh ini penelitian sejenis masih musiman. Kalaupun ada yang mengadakan penelitian, hanya hangat sesaat kemudian hilang tertimpa isu lain. Langkah nyata untuk menanggulanginya terbentur pada kultur antara tabu dan tidak tabu, pun perbedaan pandangan dari sisi keyakinan. Batasanpun menjadi kabur.

Tak heran jika sebagian warga kita tak mengenal anatomi dan fungsi organ vitalnya sendiri (pakai cermin sambil mesam-mesem ?), bahkan setelah menikah sekalipun. Belum lagi tarik ulur perlu tidaknya pendidikan s3ksual sejak dini.

Boleh jadi para orang tua (berlandaskan keyakinan atau apapun) merasa berhasil memaksa anaknya tidak mengucapkan alat k3lamin ketika di dalam rumah. Kenyataannya (walaupun malu-malu) para remaja akan mencari tahu melalui komunikasi antar teman (yang sama-sama dalam masa pencarian) atau media lain. Buktinya kita mampu menyebutkan alat k3lamin (dengan berbagai nama) lelaki maupun perempuan.
Apa ada yang gak tahu kalo pines (maksudnya p3nisun) itu adalah jimat para lelaki ? Sebaliknya, apa ada yang tidak tahu kalo vaginun itu adalah k3lamin perempuan ?
Walau hanya di dalam hati, jika ditunjukkan skrinsyutnya dijamin ngerti kan?
Darimana kita tahu ?

Pendidikan s3ksual, bukan berarti membicarakan masalah hubungan k3lamin doang, melainkan pendidikan bertahap (sesuai umur) dan berkelanjutan.
Tahap awal dapat dilakukan sejak dini oleh para orang tua dengan memanfaatkan keseharian, misalnya saat mandi si lelaki kecil sudah diperkenalkan bahwa tonjolan di bawah pusar tempat keluarnya kencing bernama p3nis, demikian pula sebaliknya.

Sejauh ini penulis beberapa kali diminta menyampaikan pengenalan “reproduksi sehat” bagi para remaja di sekolah-sekolah.
Untuk remaja setingkat SLTP / Madrasah Tsanawiyah, penulis memperkenalkan organ vital, tanda-tanda baligh dan proses menstruasi (menggunakan animasi flash). Tentu bergambar dong (bu gurunya juga ikutan lho). Gak mungkin kan, menjelaskan p3nis ( pangeran kecil ™ ) tanpa gambar, ntar yang terbayang malah pisang atau halo-halo.
Parn0 ? Tergantung sudut pandang ;) . Toh suka atau tidak seseorang sebenarnya menyentuh alat k3lamin setiap hari, misalnya saat mandi atau cebok. Apa ada saat sabunan gak nyabuni k3lamin ? Atau, apa ada lelaki yang gak megang p3nisnya saat kencing ? *emange pake jepitan P *

Akhirnya, keputusan memberikan pendidikan s3ksual dalam konteks bertahap dan berkesinambungan atau tidak, kembali kepada masing-masing.

:: :: :: trims konfs dinihari :: :: :: *lirik pemrakarsa*

Posting asli : cakmoki Blog

Iklan

3 Tanggapan

  1. salam kenal lina

  2. Hai Lina..
    apa bidan itu yang diupret-upret masalah hamil, melahirkan dan punya anak ?
    Saat di bangku kebidanan gitu dibekali nggak ya misalnya tentang penyakit gigi, tenggorokan,dll?
    Thanks lina

  3. ohh… inti kuliahnya c gt, cuma kita juga dibekali ilmu kesehatan dan masih banyak hal-hal ylaen yang dipelajari dan sangat mengasikkan jadi gak cuma masalah kehamilan dan melahirkan…. anda tertarik?? follow me..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: