3 Kanker Terbesar Wanita

Wanita merupakan makhluk Tuhan yang paling sempurna, kalau boleh kita membandingkan antara wanita dan pria, wanita lebih sempurna.
Alasannya, coba kita bandingkan lagi, pria mempunyai organ reproduksi yang jauh lebih sedikit dibandingkan wanita, pria secara garis besar hanya perlu penis dan testis sebagai sebagai alat untuk berkembang biak. Sedangkan sistem reproduksi wanita wanita sangat komplek, mulai dari sistem saraf di otak yang mengatur hormon wanita, ovarium (indung telur), uterus (rahim), saluran tuba (saluran indung telur) dan masih banyak lagi.

Dibalik kesempurnaannya, wanita tentunya punya konsekuensi yang lebih kompleks. Dari komponen organ reproduksi yang lebih beragam maka penyakit yang bisa menyerang lebih beragam pula. Sejauh ini kita mengenal beberapa penyakit yang menyerang organ reproduksi wanita mulai dari penyakit infeksi, tumor, bahkan kanker. Dari beberapa jenis penyakit tersebut, kanker-lah yang paling banyak menyedot perhatian kita.

Kanker bisa menyerang di semua organ reproduksi wanita, bahkan organ reproduksi yang tidak berhubungan secara langsung, seperti payudara. Kanker bisa tumbuh di rahim, serviks (leher rahim), ovarium dan bahkan disaluran tuba. Tiga kanker yang paling sering terjadi, yaitu kanker serviks, kanker payudara dan kanker ovarium. Tiga kanker inilah kontributor terbesar kasus kematian wanita di dunia akibat kanker.

Dari ketiga kanker tersebut, kanker serviks dan kanker payudara merupakan 2 kejadian kanker terbanyak di Indonesia dan di dunia. Tetapi kontributor terbanyak penyebab kematian wanita akibat kanker disebabkan oleh kanker ovarium. Yang menjadi pertanyaan, kenapa kanker ovarium yang jumlah kasusnya paling sedikit diantara ketiga kanker tersebut justru merupakan penyebab kematian yang paling banyak?
Hal ini disebabkan oleh sifat dari kanker ovarium tersebut. Kanker ovarium, datang hampir tanpa gejala dan biasanya baru menimbulkan keluhan setelah stadium lanjut. Para ahli Ginekologi (ahli kandungan) memberikan sebutan kanker ovarium sebagai ‘the silent lady killer’ . Kebanyakan pasien kanker ovarium datang ke dokter sudah dalam stadium lanjut karena pada stadium awal penyakit kanker ini jarang menimbulkan keluhan yang berarti. Lain ceritnaya pada kanker payudara dan kanker serviks, biasanya pada stadium awal sudah menimbulkan gejala sehingga pasien langsung datang ke dokter. Sehingga kedua kanker tersebut lebih banyak ditemukan dalam stadium dini.

Sebenarnya telah ditemukan cara-cara mudah untuk mendeteksi kanker secara dini. Jadi sebelum kanker itu benar-benar datang, kita dapat mengetahui kehadirannya seawal mungkin dan mengambil tindakan untuk mencegah perkembangannya. Kita telah mengenal yang disebut dengan deteksi dini untuk kanker serviks. Oleh karena itu, walaupun kanker serviks merupakan kasus terbanyak kanker wanita tetapi angka kematiannya kecil karena salah satunya berkat adanya deteksi dini pada kanker ini….

sumber: http://www.jogjakita.net

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: