PERTEMUAN PERTAMA IBU DAN BAYI

Setelah 9 bulan dikandung, tentulah ibu sangat menanti-nantikan pertemuan pertamanya dengan sang bayi. Tapi jangan kaget, lo, melihat tampilan si kecil tak “seindah” yang dibayangkan.

Biasanya, setelah suhu bayi stabil dan kondisinya pun baik, ia akan secepatnya dipertemukan dengan sang bunda. Yang dimaksud kondisi baik, terang dr. Eric Gultom, “bayi tak mengalami kelainan apapun, entah kelainan pernapasan dan sebagainya.” Kalau tidak, pertemuan pun ditunda. Namun “keterlambatan” pertemuan pertama yang sering terjadi justru bukan disebabkan kondisi bayi, melainkan si ibu. Misal, ibu mau beristirahat dulu karena lelah setelah menjalani operasi sesar. “Jadi kadang malah ibunya yang menolak,” lanjut spesialis anak dari bagian Perinatologi RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, ini.

Tapi jangan kaget atau malah bingung, ya, Bu, setelah berjumpa sang buah hati. Pasalnya, kebanyakan bayi baru lahir akan mengalami sembab hampir di seluruh tubuhnya. Hal ini disebabkan, dalam tubuhnya masih banyak mengandung air pada rongga ketiga di bawah kulit, tepatnya di ekstra vaskular (di luar pembuluh darah) dan ekstra selular (di luar sel-sel). Tapi tak usah cemas, “dengan bayi banyak mengeluarkan keringat, BAK, dan BAB, maka tubuhnya akan proporsional dan enggak sembab lagi.”

Kecuali pada bayi yang dari rahimnya sudah mengalami kekurangan makanan atau dikenal dengan PJT (pertumbuhan janin terhambat) dan bayi lebih bulan. “Bayi PJT akan tampak keriput, sedangkan bayi lebih bulan kulitnya seringkali terkelupas.” Lain hal dengan bayi normal, umumnya cuma sembab dan berangsur-angsur akan pulih. “Setelah usia satu atau dua minggu akan terlihat bentuk aslinya.” Pada saat itulah Anda bisa melihat, “Oh, ternyata buah hatiku cantik sekali, mirip denganku,” atau ganteng seperti bapaknya.

SENSITIF TERHADAP BAU DAN SUARA

Nah, kini sang buah hati yang dinanti-nantikan telah berada bersama Anda. Inilah saat paling berharga bagi Anda dan bayi untuk saling mengenal lewat kontak mata dan kulit. Jadi, dekaplah ia dengan lembut dan penuh kasih, pandangi wajahnya dan elus lembut pipinya dengan penuh cinta.

Perlu diketahui, bayi sangat sensitif terhadap bau. Ia bisa mengenali bau ibunya, lo. Hal ini terjadi karena tubuh Anda sebagaimana juga orang lain- akan mengeluarkan hormon feromon lewat kulit. Hormon ini mempunyai bau sangat kuat. Nah, bayi baru lahir sangat sensitif terhadap bau hormon ini pada beberapa hari dan minggu pertama kehidupannya. Jadi, ia bisa membedakan bau Anda dengan bau orang lain.

Selain bau, bayi juga sangat sensitif terhadap suara. Jadi, ajaklah ia bicara kala Anda mendekapnya. Tak usah bingung untuk mencari topik pembicaraan karena Anda bisa memulainya dari mana saja; dari kebahagiaan Anda atas kelahirannya yang sangat Anda nanti-nantikan sampai kegiatan yang tengah Anda lakukan dan sebagainya. Jangan lupa, selama Anda berbicara, tataplah matanya. Wajah Anda dan wajahnya berjarak sekitar 20-25 cm karena baru sepanjang itulah jangkauan pandangan bayi baru lahir.

Penelitian membuktikan, kontak fisik atau sentuhan kulit, bau, dan suara ibu amat penting pada hari-hari dan minggu pertama kehidupan bayi untuk membentuk ikatan dengan ibu. Baik bau maupun suara ibu akan membuatnya merasa tenang dan aman. Jadi, sering-seringlah bersentuhan dan berbicara dengannya maupun bersenandung untuknya, ya, Bu.

Tentu saja, pertemuan pertama Anda dengannya hanya merupakan langkah awal dalam membentuk ikatan, sehingga perlu ditindaklanjuti. Tapi bila setelah kembali ke rumah, Anda lebih menyerahkan perawatan sang buah hati kepada babysitter, maka ikatan yang telah Anda jalin selama berada di rumah bersalin akan berkurang.

Bagi para ibu yang oleh suatu sebab harus “dipisah” dengan bayinya, tak usah cemas akan kehilangan kesempatan untuk membentuk ikatan dengan sang buah hati. Toh, pertemuan pertama tak hanya berlangsung di rumah bersalin, tapi juga bisa di rumah. Disamping, Anda pun masih punya banyak kesempatan untuk membentuk ikatan tersebut. Bukankah setelah Anda dan bayi boleh “disatukan”, maka hari-hari selanjutnya menjadi milik Anda berdua?

BELAJAR MENYUSUI ASI

Biasanya, Anda akan diminta menyusui bayi. Tentunya pada kesempatan pertama menyusui, Anda tak bisa berharap ASI akan langsung mengalir deras karena umumnya ASI baru keluar setelah 3-4 hari. Tak usah cemas bayi akan kelaparan karena pada hari-hari pertama ia belum perlu banyak cairan. Sejumlah kecil kolostrum yang Anda produksi sudah cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

Lagi pula, menyusui pada pertemuan pertama bertujuan bukan untuk memberi makan bayi, melainkan untuk bayi belajar menyusu karena proses menyusui bukan bersifat instingtif. Cara menyusui yang benar adalah puting ibu harus masuk ke dalam mulut bayi. Jadi, bantulah bayi untuk menemukan puting Anda. Setelah beberapa hari, tanpa perlu dibantu lagi ia akan langsung mencari puting begitu didekatkan pada payudara Anda.

Bila puting Anda bermasalah, entah karena bentuknya yang rata, kecil, atau melesak ke dalam, jangan jadikan alasan untuk tak menyusuinya. Justru dengan seringnya Anda menyusui, masalah ini bisa diatasi, yakni melalui isapan bayi pada puting. Disamping tentunya Anda pun harus rajin menarik-narik puting tersebut hingga keluar. Tapi menariknya jangan keras-keras, ya, Bu, supaya enggak lecet.

Isapan bayi pada puting juga akan meningkatkan produksi ASI. Seperti diketahui, dalam payudara ibu ada “pabrik” untuk memproduksi ASI (terletak di daerah payudara yang berwarna putih), yang lalu dialirkan ke “gudang” ASI (di daerah payudara yang berwarna cokelat). Namun produksi ASI sangat tergantung dari pengosongan di “gudang”nya. Nah, dengan bayi menyusu, otomatis ASI di “gudang”nya akan kosong, sehingga mendorong “pabrik” untuk memproduksi ASI lagi. Itulah mengapa, banyak-sedikitnya ASI yang keluar tergantung dari rangsangan bayi.

Dalam bahasa lain, ASI sebenarnya tak akan pernah habis. Nyaris tak ada seorang ibu yang tak bisa menghasilkan ASI. Merujuk data penelitian, dari 100 ibu yang mengatakan tak bisa menyusui, hanya 2 orang yang betul-betul bermasalah; 98 orang lainnya sebenarnya hanya tak tahu cara menyusui yang benar.

Jadi, tak ada alasan apapun untuk tak memberikan ASI kepada sang buah hati, ya, Bu. Apalagi, mendapatkan ASI merupakan hak bayi. Bila Anda sampai tak memberikan ASI berarti Anda mengabaikan hak si kecil untuk mendapatkan makanan yang terbaik bagi tumbuh-kembangnya.

Julie/Faras Handayani

Caput succedaneum

Definition of Caput succedaneum:

Caput succedaneum is a diffuse swelling of the scalp in a newborn caused by pressure from the uterus or vaginal wall during a head-first (vertex) delivery.

Causes, incidence, and risk factors:

A caput succedaneum is caused by the mechanical trauma of the initial portion of scalp pushing through a narrowed cervix. The swelling may be on any portion of the scalp, may cross the midline (as opposed to a cephalhematoma), and may be discolored because of slight bleeding in the area. There may also be molding of the head, which is common in association with a caput succedaneum.

Symptoms:

  • Soft, puffy swelling of the scalp in a newborn infant
  • Swelling may or may not have some degree of bruising
  • Swelling may extend over the midline of the scalp
  • Most often seen on the portion of the head which presented first
  • May be associated with increased molding of the head

Signs and tests:

Physical examination confirms that the swelling is a caput succedaneum. No testing is necessary.

Treatment:

No treatment is necessary, and it usually heals spontaneously within a few days.

Expectations (prognosis):

Complete recovery can be expected, with the scalp regaining its normal contour.

Complications:

Jaundice can result as the bruise breaks down into bilirubin.

Calling your health care provider:

This condition is usually noticed immediately after delivery of the child, so no call is necessary — unless you have additional questions.

Prevention:

A caput succedaneum is more likely to form during a prolonged or difficult delivery. This is especially true after the membranes have ruptured, thus removing the protective cushion of the amniotic sac. Vacuum extraction can also increase the chances of a caput succedaneum.

However, a caput succedaneum is sometimes identified by prenatal ultrasound even before labor or delivery begins. It has been found as early as 31 weeks of gestation. More often than not, this is associated with either premature rupture of the membranes or too little amniotic fluid (oligohydramnios). All other things being equal, the longer the membranes are intact, the less likely a caput is to form.

Nevertheless, a caput succedaneum can form before or during birth even in the absence of any identifiable risk factor. Good prenatal care and management of labor and delivery can reduce the chances of this minor problem, but the formation of a caput succedaneum is often unpredictable and unavoidable.

  • Reviewed last on: 5/1/2007
  • Rachel A. Lewis, MD, FAAP, Columbia University Pediatric Faculty Practice, New York, NY. Review provided by VeriMed Healthcare Network. Also reviewed by Alan Greene, M.D., F.A.A.P., Department of Pediatrics, Stanford School of Medicine; Lucile Packard Children’s Hospital; Chief Medical Officer, A.D.A.M., Inc.

References

Stoll, BJ, Kliegman, RM. Nervous System Disorders. In: Behrman, RE., Kliegman, RM, Jenson, HB, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 17th ed., Philadelphia, PA: Saunders; 2004:562

source from http://www.umm.edu/ency/article/001587all.htm

Terjemah bebas

Caput succedaneum

definisi caput succedaneum:

caput succedaneum memencarkan bengkak kulit dan rambut kepala di disebabkan oleh tekanan dari rahim baru lahir atau vaginal dinding selama head-first (pengiriman puncak).

menyebabkan, berjangkit, dan faktor resiko:

caput succedaneum dilantaran oleh mekanis trauma bagian awal kulit dan rambut kepala meneruskan membatasi tengkuk. bengkak mungkin di beberapa bagian kulit dan rambut kepala, mungkin arungi midline sebagai lawan cephalhematoma, dan mungkin menycolored karena pendarahan tipis di daerah. di sana mungkin juga membentuk kepala, yang biasa bersama-sama caput succedaneum.

gejala:

” halus, kulit dan rambut kepala di bayi baru lahir

” bengkak mungkin atau mungkin tidak punya derajat dari bruising

” bengkak mungkin memperluas melalui midline kulit dan rambut kepala

” paling sering melihat di bagian kepala yang menyajikan pertama

” mungkin berasosiasi dengan meningkat membentuk kepala

tanda dan percobaan:

ujian fisik menegaskan bahwa bengkak caput succedaneum. tidak ujian perlu.

pengurusan:

tidak pengurusan perlu, dan ini biasanya sembuh secara spontan dalam beberapa hari.

harapan (ramalan):

genapkan pemulihan dapat menyangka, dengan kulit dan rambut kepala mendapat kembali garis bentuk normal nya.

keruwetan:

penyakit kuning dapat hasil memar sebagai memerinci ke bilirubin.

memanggil pelayanan kesehatan kamu provider:

kondisi ini biasanya mencatat segera setelah pengiriman anak, tidak memanggil perlu – kalau kamu punya pertanyaan tambahan.

cegahan:

caput succedaneum banyak mungkin ke bentuk selama berlangsung lama atau pengiriman sulit. ini adalah khususnya benar setelah membran telah memecahkan, jadi memindahkan bantal alas duduk protektif amniotic kantung. keturunan hampa udara dapat juga menambah kesempatan dari caput succedaneum.

akan tetapi, caput succedaneum kadang-kadang mengenali oleh sebelum melahirkan ultrasound bahkan sebelum buruh atau pengiriman mulai. ini telah menemukan sejak dulu 31 minggu kehamilan. banyak sering daripada tidak, ini adalah berasosiasi dengan salah satu perpecahan prematur membran atau terlalu kecil amniotic cair (oligohydramnio. semua yang lain tetap sama, lebih panjang membran utuh, semakin sedikit mungkin caput ke bentuk.

meskipun demikian, caput succedaneum dapat bentuk sebelum atau selama kelahiran bahkan di absen faktor resiko bisa diidentifikasi. sebelum melahirkan baik merawat dan manajemen buruh dan pengiriman dapat mereduksi kesempatan dari persoalan kecil ini, tetapi pembentukan caput succedaneum sering tak dapat diramalkan dan tak terelakkan.

Caput succedaneum

  • Reviewed last on: 5/1/2007
  • Rachel A. Lewis, MD, FAAP, Columbia University Pediatric Faculty Practice, New York, NY. Review provided by VeriMed Healthcare Network. Also reviewed by Alan Greene, M.D., F.A.A.P., Department of Pediatrics, Stanford School of Medicine; Lucile Packard Children’s Hospital; Chief Medical Officer, A.D.A.M., Inc.

References

Stoll, BJ, Kliegman, RM. Nervous System Disorders. In: Behrman, RE., Kliegman, RM, Jenson, HB, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 17th ed., Philadelphia, PA: Saunders; 2004:562

source from http://www.umm.edu/ency/article/001587all.htm

caput succedaneum

Caput succedaneum is a serosanguineous, subcutaneous, extraperiosteal fluid collection with poorly defined margins caused by the pressure of the presenting part against the dilating cervix [tourniquet effect of the cervix].

Newborn Scalp bleeds

Enlarge

Newborn Scalp bleeds

Symptoms

Caput succedaneum extends across the midline and over suture lines and is associated with head moulding. Caput succedaneum does not usually cause complications and usually resolves over the first few days. A caput succedaneum does cross the suction line.

Management

Management consists of observation only. A complete and fast recovery will normally occur with caput succedaneum. If the baby’s scalp contour has changed, a normal contour should be regained.

The baby will often be (understandably) irritable so may require analgesia for it’s headache and handling should be kept to a minimum for the first few days.

Caput Succedaneum

Definition

Caput succedaneum is a diffuse swelling of the scalp in a newborn caused by pressure from the uterus or vaginal wall during a head-first (vertex) delivery.

Images:

Alternative Names

Caput

Causes, incidence, and risk factors

A caput succedaneum is caused by the mechanical trauma of the initial portion of scalp pushing through a narrowed cervix. The swelling may be on any portion of the scalp, may cross the midline (as opposed to a cephalhematoma), and may be discolored because of slight bleeding in the area. There may also be molding of the head, which is common in association with a caput succedaneum.

Symptoms

  • Soft, puffy swelling of the scalp in a newborn infant
  • Swelling may or may not have some degree of bruising
  • Swelling may extend over the midline of the scalp
  • Most often seen on the portion of the head which presented first
  • May be associated with increased molding of the head

Signs and tests

Physical examination confirms that the swelling is a caput succedaneum. No testing is necessary.

Treatment

No treatment is necessary, and it usually heals spontaneously within a few days.

Expectations (prognosis)

Complete recovery can be expected, with the scalp regaining its normal contour.

Complications

Jaundice can result as the bruise breaks down into bilirubin.

Calling your health care provider

This condition is usually noticed immediately after delivery of the child, so no call is necessary — unless you have additional questions.

Prevention

A caput succedaneum is more likely to form during a prolonged or difficult delivery. This is especially true after the membranes have ruptured, thus removing the protective cushion of the amniotic sac. Vacuum extraction can also increase the chances of a caput succedaneum.

However, a caput succedaneum is sometimes identified by prenatal ultrasound even before labor or delivery begins. It has been found as early as 31 weeks of gestation. More often than not, this is associated with either premature rupture of the membranes or too little amniotic fluid (oligohydramnios). All other things being equal, the longer the membranes are intact, the less likely a caput is to form.

Nevertheless, a caput succedaneum can form before or during birth even in the absence of any identifiable risk factor. Good prenatal care and management of labor and delivery can reduce the chances of this minor problem, but the formation of a caput succedaneum is often unpredictable and unavoidable.

References

Stoll, BJ, Kliegman, RM. Nervous System Disorders. In: Behrman, RE., Kliegman, RM, Jenson, HB, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 17th ed., Philadelphia, PA: Saunders; 2004:562

terjemah bebas:

definisi

caput succedaneum memencarkan bengkak kulit dan rambut kepala di disebabkan oleh tekanan dari rahim baru lahir atau vaginal dinding selama head-first (pengiriman puncak).

nama alternatif

caput

menyebabkan, berjangkit, dan faktor resiko

caput succedaneum dilantaran oleh mekanis trauma bagian awal kulit dan rambut kepala meneruskan membatasi tengkuk. bengkak mungkin di beberapa bagian kulit dan rambut kepala, mungkin arungi midline sebagai lawan cephalhematoma, dan mungkin menycolored karena pendarahan tipis di daerah. di sana mungkin juga membentuk kepala, yang biasa bersama-sama caput succedaneum.

gejala

” halus, kulit dan rambut kepala di bayi baru lahir

” bengkak mungkin atau mungkin tidak punya derajat dari bruising

” bengkak mungkin memperluas melalui midline kulit dan rambut kepala

” paling sering melihat di bagian kepala yang menyajikan pertama

” mungkin berasosiasi dengan meningkat membentuk kepala

tanda dan percobaan

ujian fisik menegaskan bahwa bengkak caput succedaneum. tidak ujian perlu.

pengurusan

tidak pengurusan perlu, dan ini biasanya sembuh secara spontan dalam beberapa hari.

harapan (ramalan)

genapkan pemulihan dapat menyangka, dengan kulit dan rambut kepala mendapat kembali garis bentuk normal nya.

keruwetan

penyakit kuning dapat hasil memar sebagai memerinci ke bilirubin.

memanggil pelayanan kesehatan kamu provider

kondisi ini biasanya mencatat segera setelah pengiriman anak, tidak memanggil perlu – kalau kamu punya pertanyaan tambahan.

cegahan

caput succedaneum banyak mungkin ke bentuk selama berlangsung lama atau pengiriman sulit. ini adalah khususnya benar setelah membran telah memecahkan, jadi memindahkan bantal alas duduk protektif amniotic kantung. keturunan hampa udara dapat juga menambah kesempatan dari caput succedaneum.

akan tetapi, caput succedaneum kadang-kadang mengenali oleh sebelum melahirkan ultrasound bahkan sebelum buruh atau pengiriman mulai. ini telah menemukan sejak dulu 31 minggu kehamilan. banyak sering daripada tidak, ini adalah berasosiasi dengan salah satu perpecahan prematur membran atau terlalu kecil amniotic cair (oligohydramnio. semua yang lain tetap sama, lebih panjang membran utuh, semakin sedikit mungkin caput ke bentuk.

meskipun demikian, caput succedaneum dapat bentuk sebelum atau selama kelahiran bahkan di absen faktor resiko bisa diidentifikasi. sebelum melahirkan baik merawat dan manajemen buruh dan pengiriman dapat mereduksi kesempatan dari persoalan kecil ini, tetapi pembentukan caput succedaneum sering tak dapat diramalkan dan tak terelakkan.

acuan

Stoll, BJ, Kliegman, RM. Nervous System Disorders. In: Behrman, RE., Kliegman, RM, Jenson, HB, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 17th ed., Philadelphia, PA: Saunders; 2004:562

Makanan Pendukung Diet

Diet yang sehat bukanlah dengan cara instant, namun sebaiknya dilakukan secara bertahap. Selain dengan melakukan aktivitas fisik, pengaturan pola makan merupakan keharusan bila Anda ingin selalu sehat dan langsing. Berikut ini ada lima makanan yang dipercaya bisa memperbaiki kemampuan tubuh dalam mengolah energi dan membuat berat badan turun secara sehat.

Padi-padian
Pilih gandum utuh ketimbang gandum yang sudah diolah seperti nasi putih dan pasta. Menurut Dr. Mao, rahasia langsing orang China dan Korea adalah millet atau serelia (padi-padian) berbiji kecil yang menjadi makanan pokok di Asia Selatan.
Asparagus
Sayuran ini merupakan sumber terbaik asam folat, sangat rendah kalori, serta tidak mengandung lemak atau kolesterol. Keistimewaan lain dari sayuran ini adalah kandungan inulinnya, yang sangat baik untuk perkembangbiakan bakteri baik di saluran cerna.
Delima
Jangan lupakan buah-buahan segar untuk mendukung Diet Anda. Delima merupakan alternatif buah yang menyehatkan karena kaya akan antioksidan, senyawa “ajaib” pencegah kanker.
Pine Nut
Pine nut merupakan jenis kacang yang mengandung minyak. Pengobatan China menggunakan pine nut untuk meningkatkan kesehatan organ pencernaan. Minyak kacang ini sering dipakai untuk menekan nafsu makan.
Teh Hijau
Penelitian menunjukkan, mengonsumsi minuman yang mengandung kafein bisa meningkatkan nafsu makan. Teh hijau adalah alternatif yang baik bagi pencinta kopi karena hanya mengandung sedikit kafein dan kaya antioksidan.

9 Makanan berkhasiat untuk kesehatan

1. Brokoli.
Kandungan:
Brokoli mengandung lebih banyak vitamin C ketimbang sebagian besar jeruk, lebih banyak kalsium ketimbang segelas susu, lebih kaya serat ketimbang sepotong roti dan penuh antioksidan.

Manfaat kesehatan:
Brokoli ampuh sebagai zat anti karsinogen, karena mampu merangsang tubuh memproduksi substansi untuk melawan kanker. Tak hanya sampai disitu, brokoli juga ampuh untuk mencegah katarak, penyakit jantung, radang sendi, borok dan virus.

Cara terbaik mengonsumsinya:
Jika bisa makanlah dalam keadaan mentah, atau kukus dan gunakan sebagai lalapan.

2. Chamomile.
Kandungan:
Chamomile merupakan famili bunga daisy yang berkhasiat sebagai penyembuh.

Manfaat kesehatan:
Chamomile bertindak untuk relaksasi otot, yang membantu menurunkan stres dan ketegangan. Makin sedikit tekanan yang Anda alami, akan menurunkan risiko Anda terkena serangan jantung. Chamomile juga membantu detoksifikasi tubuh dengan membantu ginjal membersihkan produk buangan.

Cara terbaik mengonsumsinya:
dengan meminumnya. Seduh dengan air panas seperti halnya menyeduh teh

3. Cranberries.
Kandungan:
Buah ini mengandung vitamin C dalam jumlah tinggi, zat kimia pelawan bakteria dan antioksidan quercetin.

Manfaat kesehatan:
Cranberries membantu memerangi infeksi di saluran urin, melawan kanker dan juga mencegah bakteri berbahaya di permukaan tubuh.

Cara terbaik mengonsumsinya:
Karena rasanya yang masam, sebaiknya dimakan dengan yang manis-manis untuk menyamarkan rasanya. Bisa juga dibikin jus bareng apel.

4. Oily fish.
Kandungan:
Oily fish, seperti salmon, trout, mackerel dan herring mengandung asam lemak omega 3 yang amat tinggi

Manfaat kesehatan:
Jenis-jenis ikan tersebut membantu menurunkan tekanan kolesterol dalam darah dan mencegah stroke serta penyumbatan darah

Cara terbaik mengonsumsinya:
Anda bisa memakannya mentah-mentah (dalam bentuk sushi), atau dipanggang, dimasak sesuka Anda

5. Lemon.
Kandungan:
Sudah tentu lemon kaya vitamin C.

Manfaat kesehatan:
Kalau ingin selalu sehat memang harus selalu mengandalkan lemon ini, tak hanya untuk melawan infeksi, namun kandungan asam alami dalam jus lemon bersifat anti bakteri, yang ampuh melawan sariawan dan radang tenggorokan.

Cara terbaik mengonsumsinya:
Cobalah memeras lemon segar di atas ikan salmon, atau masukkan saja lemon ke air putih. sertakan juga sedikit perasan lemon ke dalam salad dan saus, pasti segar.

6. Bawang.
Kandungan:
Bawang kaya vitamin C, antioksidan quercetin dan sulfur.

Manfaat kesehatan:
Meski meninggalkan bau tak sedap di mulut setelah mengkonsumsinya, namun benda satu ini bisa membantu mengendalikan sejumlah penyakit terkait pernapasan, seperti asma misalnya. Bawang juga disinyalir meningkatkan level kolesterol ‘baik” HDL dalam darah dan membantu melindungi sel dari kanker.

Cara terbaik mengonsumsinya:
Memakannya mentah bareng salad atau dengan sandwich sudah cukup. Jenis bawang yang bisa dimakan adalah yang warna merah dan kuning.

7. Gandum.
Kandungan:
Gandum kaya kalsium, demikian juga dengan serat, baik yang larut atau tidak.

Manfaat kesehatan:
Jika Anda berencana hidup lebih lama dengan senyum berhiaskan barisan gigi utuh, gandum bisa banyak membantu karena zat ini bisa menguatkan gigi. Tulang juga terjaga sampai tua. Zat ini juga menurunkan kandungan kolesterol, mengurangi tekanan darah dan melawan kanker usus besar.

Cara terbaik mengonsumsinya:
Cukup masak sebagai bubur. Sudah banyak jenis makanan kaya serat yang cara masaknya praktis, dan Anda akan langsung menikmatinya sebagai sarapan yang menyehatkan.

8. Tomat.
Kandungan:
Tomat mengandung antioksidan lycopene.

Manfaat kesehatan:
Tomat menguatkan sistem kekebalan, melambatkan perkembangan penyakit degeneratif dan mengurangi risiko kanker jenis tertentu, khususnya kanker prostat, paru-paru dan kanker perut.

Cara terbaik mengonsumsinya:
Makanlah saat sudah matang. Tomat yang dimasak konon mengandung lycopene lebih banyak ketimbang tomat tanpa proses cooking. Tapi kalau Anda suka tomat yang sudah dikalengkan, oke juga, karena tomat kalengan mengandung lycopene tiga kali lipat ketimbang tomat mentah. Sementara saus tomat mengandung lycopene lima kali lipat ketimbang tomat mentah.

9. Teh hijau.
Kandungan:
Minuman khas Asia ini memang oke sekali khasiatnya, penuh dengan zat antioksidan catechins dan polyphenols, demikian juga vitamin A, C dan E.

Manfaat kesehatan:
Teh hijau mungkin lebih kuat ketimbang pedang samurai, karena mampu mencegah oksidasi dari sel yang dapat menuntun pada kanker, meningkatkan sistem kekebalan dan mengencerkan darah untuk memerangi penyakit jantung.

Cara terbaik mengonsumsinya:
Minumlah panas-panas sembari santai. Rasakan sensasi luar biasa yang ditimbulkannya, wangi dan nikmat.

Sumber: Hanyawanita

11 JENIS MAKANAN SEHAT

Beberapa makanan kaya akan protein atau serat.Sedangkan jenis makanan lain mengandung mineral dan vitamin tetapi miskin protein. Jadi cara untuk melengkapi kebutuhan tubuh akan nutrisi yang penting adalah dengan mengonsumsi variasi makanan. Berikut 11 makanan yang bisa memenuhi kebutuhan gizi:

Alpukat
Memang benar buah ini tinggi akan lemak, tetapi alpukat mengandung lemak tak jenuh golongan monounsaturated (rantai tunggal), yang baik untuk mengurangi risiko kanker, serangan jantung dan diabetes. Alpukat dibutuhkan untuk meregenerasi jaringan dan darah, menstabikan gula darah dan bagus untuk penyakit kelainan jantung,alpukat juga sumber serat yang baik (11-17 gram perbuah) dan sebagai sumber lutein, jenis antioksidan yang dibutuhkan untuk kulit dan mata yang sehat.

Apel
Satu apel setiap hari akan menjauhkan Anda dari dokter. Apel memang kaya akan antioksiden, yang akan melindungi tubuh dari kerusakan sel, yang artinya akan mengurangi risiko terjadinya kanker dan penyakit jantung, apalagi kalau apel dimakan dengan kulitnya.
apel mengandung lima kali lebih banyak polyphenol dibandingkan dengan daging. Kandungan serat yang terdapat pada apel dan kulitnya juga dua kali lebih banyak dibanding buah lain, seperti anggur, jeruk atau buah persik.

Bluberi
Buah ini merupakan bintangnya anti penuaan kulit. Bluberi kaya akan antioksidan, terutama anthocyanins yang telah terbukti meningkatkan penglihatan dan fungsi otak.bluberi bisa menghambat kerusakan pada proses koordinasi dan ingatan seiring dengan proses penuaan.
Bukan hanya itu saja, buah-buahan berwarna ungu kehitaman ini juga bisa mengurangi peradangan yang disebabkan oleh penyakit kronis seperti alzheimer dan parkinson hingga diabetes dan penyakit jantung. Studi lain menunjukkan bluberi juga efektif sebagai anti kanker.

Kubis atau Kol
Dalam dunia sayur mayur, keluarga Brassica (brokoli, kubis, bok choy, dsb) termasuk paling diminati. Sayuran ini mengandung zat yang disebut dengan indoles yang mampu mengurangi risiko kanker secara menakjubkan. Mengonsumsi kubis lebih dari satu porsi setiap minggunya bisa mengurangi risiko terjadinya kanker usus pada pria hingga 66 perse.Selain itu, kubis juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membunuh bakteri dan virus.

Ikan dan Minyak Ikan
Rajin mengonsumsi ikan akan membantu Anda mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, alzheimer, stroke, diabetes dan rematik. Selain itu, variasi lemak yang terdapat dalam ikan juga bisa meredakan gejala depresi.
Sebaiknya para orang dewasa mengonsumsi dua ikan dalam seminggu, terutama ikan dari laut dalam, seperti salmon atau sardin yang kaya akan omega-3.

Bawang putih
Selain menurunkan kadar kolesterol,bawang putih juga menghambat terjadinya penyumbatan arteri. Dua atau tiga siung bawang putih perhari bisa mengurangi serangan jantung pada setengah dari pasien penyakit jantung. Bawang putih efektif sebagai anti bakteri dan kuman, juga meningkatkan ketahanan tubuh terhadap stres dan infeksi.

Jamur
khasiatnya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, terutama jamur jenis maitake, shiitake dan reishi.
Bahkan jamur juga banyak dipakai dalam pengobatan tradisional di Asia untuk terapi kanker karena jamur mampu menangkal efek racun dari kemoterapi dan radiasi. makan jamur shiitake secara teratur akan mengurangi kolesterol dalam darah hingga 45 persen.

Kacang Almond
Almond mengandung serat dan lemak tak jenuh monounsaturated, keduanya terbukti bisa menurunkan kadar kolesterol. mengonsumsi 1,5 ons kacang, termasuk almond, bisa menurunkan risiko penyakit jantung.Meski kacang almond relatif tinggi lemak dan kalori,makan kacang almond bisa mengurangi berat badan. Kandungan protein, serat dan lemak tak jenuh di dalamnya akan menimbulkan rasa kenyang.

Telur
Telur mungkin adalah sumber protein terbaik. Ia mengalahkan susu, daging atau kedelai dalam hal kandungan protein. Kebanyakan orang takut makan telur, khususnya kuning telur karena khawatir kadar kolesterolnya naik. Padahal kuning telur mengandung choline yang akan melindungi hati dan fungsi otak. Lagipula, makan telur satu-dua butir perhari tidak terbukti menaikkan kadar kolesterol.

Buah Delima
Selama ini tak banyak orang yang tahu kalau buah delima merupakan sumber antioksidan terbaik, bahkan lebih baik dari anggur merah dan teh hijau. Secara teratur mengonsumsi jus delima terbukti bisa mengurangi plak yang menyumbat aliran darah yang sering menyebabkan stroke dan penyakit jantung. Dalam jangka panjang, konsumsi jus buah delima akan menghambat proses penuaan dan melindungi tubuh dari terjadinya kanker.

Cokelat
Ketika bicara cokelat, semakin pahit, semakin sehat, paling tidak dari sisi kesehatan. Manfaat cokelat berasal dari flavonol dan antioksidan (juga terdapat pada strawberi, anggur merah, dan apel). Sebenarnya, hanya kakao asli yang mengandung flavonols. Jadi pilihlah cokelat yang mengandung kakao lebih banyak (lebih dari 60 persen). Dark cokelat merupakan jenis cokelat yang memiliki kalori lebih sedikit dibanding yang lain. Jika dimakan dalam jumlah secukupnya, Anda akan mendapat manfaat berupa berkurangnya kolesterol jahat (LDL).