BEBASKAN BU DOTIK ATAU BIDAN DESA BOIKOT KB JPS

Seorang dokter obgin mengatakan pada pasiennya bahwa perforasi uterus yang dideritanya karena bidan salah dalam memasang IUD, dan menyuruh pasien untuk melaporkan kepada ke polisi

Hari ini Selasa, 25 Nopember 2008 si bidan desa TRETEK KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI yang bernama

Bu Dotik

dijebloskan ke penjara, padahal setelah melalui pemeriksaan seluruh prosedur pemasangan IUD, POGI Jatim menyatakan benar dan tidak ada yang salah, dan satu-satunya kesalahan si bidan tidak memiliki sertifikat CTU.

Kalau anda bidan yang tidak memiliki sertifikat CTU maka hentikan seluruh aktifitas anda dalam memberikan alat kontrasepsi kepada klien anda atau anda akan masuk penjara !!!! Biarkan dokter obgin yang melakukannya

karena secara hukum anda tidak berhak… camkan itu…

Jangan pernah memberikan alat kontrasepsi kepada klien anda karena anda tidak berhak,

boikot program KB terutama untuk JPS

karena anda tidak akan mendapatkan apapun atas resiko yang anda tanggung


Jika anda setuju dengan saya pasang baner ini di web site anda
bu_dotik2

6 Tanggapan

  1. untuk pemasangan IUD tanpa informed consent itu jelas tdk blh. alasannya apa?

    bisa bantu mengeraikan!
    mksh

  2. untuk pemasangan IUD tanpa informed consent itu jelas tdk blh. alasannya apa?

    bisa bantu menguraikan!
    mksh

  3. Bidan desa tidak perlu boikot. Asal punya SIPB sesuai dengan Kepmenkes RI No. 900/MENKES/SK/VII/2002 maka secara hukum bidan memiliki kewenangan. sedangkan pelatihan P2KP bukan merupakan keharusan. Tetapi hal itu memang perlu dengann tujuan untuk meningkatkan ketrampilan. yang perlu kita kaji sebenarnya SK menkes 786 Th 1999 yang sampai saat ini selalu menjadi konsideran dari Tim P2KP. padahal Menkes sudah menetapkan Kepmen No. 725 Tahun 2003.
    Perlu diketahuyi justru kebingunan jaksa saat ini Dotik dituntut dengan Pasal 360 Ayat 1. Bukan 360 ayat 2 sebagaimana surat dakwaan awal. lucu kan ? Unsur kelalaian .
    Inform concent menurut dr. Ratno Indradi. S. M.Kes. dapat diwujudkan secara lisan atau bahkan hanya dengan gerakan tubuh, tidak harus dengan tertulis. Hanya untuk tindakan besar dan berisiko perlu adanya persetujuan tertulis.
    Sedangkan pada kasus Bu Dotik kan yang memilih dan menentukan jenis IUD nya kan pasien sendiri. Berarti sudah ada Inform consent kan ? bagaimana menurut anda ? Matur Nuwun

    • ya saya setuju masa harus ada sertifikat untuk alat kontrasepsi saja, bila memamng memerlukan sertifikat mungkin hanya sebagai bukti bahwa lebih terlatih kan waktu kuliah sudah diajarkan lalu untuk apa belajar lama- lama buang uang banyak kalau sudah lulus tidak boleh melayani harus ikut pelatihan untuk kontrasepsi masa nanti kalau kasih pil kb atau kondom harus pakai sertifikat?

  4. Alhamdulillah terhitung hari ini Selasa 27 Januari 2009, oleh Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, Bu Dotik dinyatakan tidak terbukti bersalah dan dibebaskan. Bidan tidak perlu mogok tapi perlu hati-hati gitu lho.

    • Memang betul bu, informed consent itu penting sebagai bukti persetujuan ibu dan keluarga, sehingga jika ada kasus semacam diatas ada bukti tertulis. memang persetujuan klien ada yang implied atau tersirat misalkan dengan datangnya klien ke klinik kita, tapi itu saja tidak cukup untuk tindakan seperti pemasangan IUD. karena memang akan ada resiko komplikasi, yang tidak dapat dihindari sehingga jika klien menuntut kita bisa mengajukan informed consent tsb sebagai bukti persetujuan ibu sebelumnya. dalam kasus ini perlu dikaji apakah benar pemasangan IUD nya?apa penyebab perforasi memang terbukti dari kelalaian bidan?
      dan harap hati-hati Bu BIdan dimana saja, sekarang ini suatu kelalaian kecil seperti tidak memiliki ijin praktek atau tidak membuat informed concent sedang diincar oleh orang2 yang hanya ingin mengambil keuntungan dari situ…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: