Bayi Anda Gumoh atau Muntah ?

Gumoh dan muntah sering kali terjadi hampir setiap pada bayi. Gumoh berbeda dengan muntah. Keduanya merupakan hal biasa (normal) dan tidak menandakan suatu hal yang serius yang terjadi pada bayi Anda. Hanya sebagian kecil kasus muntah bayi (muntah patologis) yang menjadi indikasi gangguan serius .

Samakah gumoh dan muntah pada bayi?

Baik gumoh dan muntah pada bayi merupakan pengeluaran isi lambung. Bedanya gumoh terjadi seperti illustrasi air yang mengalir ke bawah , bisa sedikit (seperti meludah) atau cukup banyak. Bersifat pasif dan spontan. Sedangkan muntah lebih cenderung dalam jumlah banyak dan dengan kekuatan dan atau tanpa kontraksi lambung.

Sekitar 70 % bayi berumur di bawah 4 bulan mengalami gumoh minimal 1 kali setiap
harinya, dan kejadian tersebut menurun sesuai dengan bertambahnya usia hingga 8-10 persen pada umur 9-12 bulan dan 5 persen pada umur 18 bulan. Meskipun normal,
Gumoh yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang akan mengganggu pertumbuhan bayi.

Penyebab Gumoh Bayi:

1. ASI atau susu yang diberikan melebihi kapasitas lambung.

Lambung yang penuh juga bisa bikin bayi gumoh. Ini terjadi karena makanan yang terdahulu belum sampai ke usus, sudah diisi makanan lagi. Akibatnya si bayi muntah. Lambung bayi punya kapasitasnya sendiri.

2. posisi menyusui.

Sering ibu menyusui sambil tiduran dengan posisi miring sementara si bayi tidur telentang. Akibatnya, cairan tersebut tidak masuk ke saluran pencernaan, tapi ke saluran napas. Bayi pun gumoh.

pemakaian bentuk dot. Jika si bayi suka dot besar lalu diberi dot kecil, ia akan malas mengisap karena lama. Akibatnya susu tetap keluar dari dot dan memenuhi mulut si bayi dan lebih banyak udara yang masuk. Udara masuk ke lambung, membuat bayi muntah.

3. Klep penutup lambung belum berfungsi sempurna.

Dari mulut, susu akan masuk ke saluran pencernaan atas, baru kemudian ke lambung. di antara kedua organ tersebut terdapat klep penutup lambung. Pada bayi, klep ini biasanya belum berfungsi sempurna.

4. fungsi pencernaan bayi dengan peristaltik (gelombang kontraksi pada dinding lambung dan usus) untuk makanan dapat masuk dari saluran pencernaan ke usus, masih belum sempurna.

5. Terlalu aktif. Misalnya pada saat bayi menggeliat atau pada saat bayi terus menerus menangis. Ini akan membuat tekanan di dalam perutnya tinggi, sehingga keluar dalam bentuk muntah atau gumoh.

Cara meminimalisir Gumoh atau muntah bayi :

1. Hindari memberikan ASI/susu saat bayi berbaring. Jaga agar bayi tetap dalam posisi tegak sekitar 30 menit setelah menyusu.

2. Hindari meletakkan bayi di kursi bayi karena akan meningkatkan tekanan pada perut.

3. Hindari merangsang aktivitas yang berlebihan setelah bayi menyusu.

4. Kontrol jumlah ASI/susu yang diberikan.misal Berikan ASI /susu dengan jumlah sedikit tapi sering.

5. sendawakan bayi segera setelah menyusu. Bahkan bayi terkadang masih membutuhkan bersendawa di antara 2 waktu menysusu.

6. Check lubang dot yang Anda gunakan untuk memberikan ASI/susu. Jika lubang terlalu kecil akan meningkatkan udara yang masuk. Jika terlalu besar ,susu akan mengalir dengan cepat yang bisa memungkinkan bayi Anda gumoh.

7. Hindari memberikan ASI/susu ketika bayi sanagt lapar, karena bayi akan tergesa-gesa saat minum sehingga akan menimbulkan udara masuk.

8. jika menyusui, posisi bayi dimiringkan. Kepalanya lebih tinggi dari kaki sehingga membentuk sudut 45 derajat. Jadi cairan yang masuk bisa turun ke bawah.

9. Jangan mengangkat bayi saat gumoh atau muntah.

Segera mengangkat bayi saat gumoh adalah berbahaya, karena muntah atau gumoh bisa turun lagi, masuk ke paru dan akhirnya malah mengganggu paru. Bisa radang paru. Sebaiknya, miringkan atau tengkurapkan anak. Biarkan saja ia muntah sampai tuntas jangan ditahan.

20. Biarkan saja jika bayi mengeluarkan gumoh dari hidungnya.

Hal ini justru lebih baik daripada cairan kembali dihirup dan masuk ke dalam paru-paru karena bisa menyebabkan radang atau infeksi. Muntah pada bayi bukan cuma keluar dari mulut, tapi juga bisa dari hidung. Hal ini terjadi karena mulut, hidung, dan tenggorokan punya saluran yang berhubungan. Pada saat muntah, ada sebagian yang keluar dari mulut dan sebagian lagi dari hidung. Mungkin karena muntahnya banyak dan tak semuanya bisa keluar dari mulut, maka cairan itu mencari jalan keluar lewat hidung.

11. Hindari bayi tersedak.

bila si bayi tersedak dan muntahnya masuk ke saluran pernapasan alias paru-paru. ini disebut aspirasi dan berbahaya. Lebih bahaya lagi jika si bayi tersedak susu yang sudah masuk ke lambung karena sudah mengandung asam dan akan merusak paru-paru. Untuk mencegah kemungkinan tersedak, agar setiap kali bayi muntah selalu dimiringkan badannya. Akan lebih baik jika sebelum si bayi muntah (saat menunjukkan tanda-tanda akan muntah) segera dimiringkan atau ditengkurapkan atau didirikan sambil ditepuk-tepuk punggungnya.

Perlu OBSERVASI

Adalah sangat penting mengetahui bahwa muntah atau gumoh berlebihan pada bayii Anda yang mengarah pada hal patologis. Anda tak perlu khawatir jika :

  • Berat badan bertambah (dalam rentang normal)
  • bayi tampak senang
  • pertumbuhan dan perkembangan bayi normal

Sebaliknya, Anda perlu khawatir jika:

    • Penurunan berat badan atau tidak ada kenaikan berat badan
    • Infeksi dada berulang
    • Muntah disertai darah
    • Bayi dehidrasi
    • Gangguan pernafasan misal henti nafas, biru atau nafas pendek

Tanda awal adanya masalah dengan pemberian ASI/susu pada bayiantara lain:

1. Bayi tidak tenang/selalu rewel/gelisah sepanjang waktu

2. Bayi tidak ingin menyusu /tidak nafsu

3. Bayi selalu menangis saat atau setelah menyusu

4. Bayi muntah /gumoh secara berlebihan yang berulang dan sering.

sumber

kiddiewest.com

.jambi-independent.co.id

cyberwoman.cbn.net.id

rumahkusorgaku.wordpress.com

Iklan

Bayi Muntah Setiap Kali Makan Jangan Dipaksa

Mungkin ibu-ibu pernah mengalami kesulitan dalam memberikan makanan pada si bayi. Ia mengeluarkan makanan yang diberikan kepadanya alias memuntahkannya lagi. Ada yang bermasalahnya kala mulai pemberian makanan semi padat, semisal jus buah, bubur susu, atau biskuit. Tapi ada juga yang masalahnya muncul ketika mulai pemberian makanan padat, seperti nasi tim.

“Sebenarnya, masalah ini tak perlu terlalu dikhawatirkan. Hanya saja orang tua harus tahu apa yang jadi penyebabnya dan kemudian segera mengatasinya,” kata dr. Kishore R.J, dari Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Bila makanan tersebut baru dimasukkan sudah dikeluarkan atau dimuntahkan lagi, mungkin masalahnya ada di sekitar mulut.

“Bisa karena proses menelannya belum bagus atau bayinya tak suka dengan makanan tersebut.” Bila demikian, tak perlu khawatir, karena biasanya tak berlangsung lama, hanya pada awal-awal perkenalan makanan semi padat dan padat saja. Namun bila dikeluarkan atau dimuntahkannya setelah beberapa lama makanan tersebut masuk ke lambung, misal, setelah setengah jam, berarti ada kemungkinan gangguan di pencernaannya.

Refleks Menelan Belum Bagus

Bila karena refleks menelannya memang belum bagus, terang Kishore lebih lanjut, ketika makanan ditaruh di bagian depan lidahnya, si bayi berusaha menelannya dengan menjulurkan lidahnya. Namun bukannya bisa masuk, malah makanannya jadi keluar lagi. Seperti halnya bayi mau belajar merangkak, kadang jalannya bukannya maju malah mundur karena koordinasi motoriknya belum bagus. Sementara kalau dia mengisap ASI, tak jadi masalah, karena puting ada di belakang lidahnya. “Tentunya tak mungkin kita taruh makanan di belakang lidahnya, bukan?”

Adakalanya bayi merasa kesal karena tak bisa menelannya hingga ia pun menangis. “Seringkali bila hal ini terjadi, pengasuh atau orang tua malah memaksakan pemberiannya. Misal, dengan menaruh si bayi di posisi mendatar, lalu mencekoki makanannya. Otomatis bayi akan membatukkannya hingga terjadi muntah. Peristiwa ini berbahaya sekali, karena saat itu makanan bisa masuk ke saluran napas dan menyumbatnya hingga berakibat fatal.”

Refleks menelan ini, papar Kishore, akan membaik dengan sendirinya. Tergantung kemampuan masing-masing bayi dalam menelan. Umumnya di atas usia 6 bulan.

Jika refleks menelannya belum baik dan bayi belum bisa menelan makanan padat, kita bisa mengatasinya dengan mengencerkan lagi makanannya hingga mudah baginya untuk menelan.

Tak Kenal Makanan

Jika bayi tak kenal atau tak suka dengan makanannya, baik yang semi padat ataupun padat, tentu akan ditolaknya. “Selama ini makanan yang diterima bayi selalu dalam bentuk cair. Sementara kini dia mulai mendapatkan makanan yang agak kental, semisal bubur susu, atau makanan agak padat, semisal nasi tim. Nah, karena tak kenal, pasti awalnya akan ditolaknya,” papar Kishore.

Bila demikian kejadiannya, pemberiannya harus dimundurkan dengan cara agak diencerkan lagi. “Jangan memaksakan bayi dengan kemauan kita karena akan membuatnya trauma. Bisa jadi setiap kali melihat mangkuk makanan, dia jadi menangis karena takut dijejalkan. Kalau dia melihat ayah dan ibunya makan, dia pun akan menirunya. Jika dia meminta makanan, asalkan tak pedas, berikan saja. Jangan dilarang-larang karena akan membuatnya trauma.”

Rasanya Berbeda

Ada pula bayi yang menolak nasi tim karena rasanya yang berbeda. Jangan lupa, selama 6 bulan pertama, bayi kenalnya hanya rasa manis. Nah, nasi tim tak manis seperti halnya bubur susu, kan? Jadi, ada kemungkinan dia tak suka karena rasanya tak manis.

Kalau bayi tak suka karena tak mengenal rasa nasi tim tersebut, bisa diupayakan agar si bayi belajar mengenal rasa. Jadi, Bu-Pak, rasanya yang harus diubah dan divariasikan. Misal, awalnya nasi tim tersebut diberi tambahan glukosa atau yang paling mudah adalah kecap manis, hingga rasa nasi tim tersebut masih ada manisnya. Semakin lama, kecapnya agak dikurangi hingga bayi mengenal rasa nasi tim yang lain.

Muntah juga bisa terjadi, misal, karena bayi kekenyangan makan atau minum ataupun karena bayinya mengulet hingga tekanan di perutnya tinggi, akibatnya susunya keluar lagi.

Gangguan Sfingter

Sementara bila karena ada gangguan di saluran cernanya, terang Kishore selanjutnya, kita tahu bahwa pada saluran pencernaan itu ada saluran makan (esophagus), yang berawal dari tenggorokan sampai lambung. Nah, pada saluran yang menuju lambung ini ada semacam klep atau katup yang dinamakan sfingter. Fungsinya untuk mencegah keluarnya kembali makanan yang sudah masuk ke lambung.

Umumnya sfingter pada bayi belum bagus dan akan membaik dengan sendirinya sejalan bertambahnya usia. Umumnya di atas usia 6 bulan. Namun, adakalanya di usia itu pun si bayi masih mengalami gangguan. Jadi, sifatnya sangat bervariasi.

Tentunya, kalau sfingter tak bagus, maka makanan yang masuk ke lambung bisa keluar lagi. Gejalanya biasanya kalau pada bayi akan lebih sering gumoh, terutama sehabis disusui. Apalagi bila ia ditidurkan dengan posisi telentang. Ingat, cairan selalu mencari tempat yang paling rendah, bukan? Begitupun bila setiap kali diberi makanan padat muntah, harus dicurigai sfingter-nya tak bagus. Apalagi bila berat badan bayinya tak naik-naik, misal selama 1-2 bulan.

Kadang ada juga sfingter dengan gangguan, yang disebut hipertropi pylorus stenosis, yaitu adanya otot pylorus yang menebal hingga makanan akan susah turun dari lambung ke usus, akhirnya keluar muntah. Gejalanya, tiap kali diberikan makanan padat akan muntah. Tapi kalau makanan cair tidak. Selain itu, berat badannya pun sulit naik. Jika gangguannya berat, makanan cair pun biasanya tak bisa lewat, hingga menganggu pertumbuhan si bayi karena tak ada penyerapan makanan. Biasanya kalau kejadiannya demikian, harus dilakukan tindakan operasi secepatnya untuk memperbaiki klepnya hingga saluran makanan dari lambung ke usus bisa jalan dengan lancar.

Namun kalau gangguannya ringan saja, misal, muntahnya jarang dan setelah dilakukan pemeriksaan dengan rontgen atau USG ditemui hipertropi sfingter ringan, berat badan anak tetap naik. Biasanya kalau kasusnya demikian, tindakan operasi bisa ditunda. Diharapkan dengan bertambahnya usia, bayi mulai berdiri tegak hingga makanan lebih mudah turun. (dk)

Diare

Diare muncul bila kemampuan kontraksi pencernaan bayi berkurang, kotoran bayi akan lebih encer dari biasanya. Bila bayi buang air besar lebih dari 6-8 kali dalam satu hari, maka dapat disimpulkan bahwa bayi mengalami diare. Kadang sulit untuk membedakan apakah bayi menderita diare ringan atau tidak, karena kotoran bayi biasanya lunak dan sedikit encer. Bila frekuensi buang air besar bayi bertambah dan disertai dengan penambahan tingkat keenceran pada kotorannya, maka bayi mungkin menderita diare.


Apakah Penyebab Diare?

Diare kadang muncul apabila bagian dalam usus terluka, nutrisi tidak dapat terserap secara maksimal dan kotoran menjadi lebih encer.
Diare pada bayi dan balita biasanya terjadi karena virus – rotavirus adalah salah satu diantaranya.
Kerusakan usus yang menyebabkan terjadinya diare juga dapat terjadi karena adanya bakteri, infeksi parasit, atau keracunan makanan. Makanan, alergi susu, dan efek samping obat – semacam antibiotik – juga dapat menyebabkan diare

Apakah Diare Berbahaya?

Diare dapat menjadi hal yang berbahaya karena pada saat bayi mengalami diare, dia akan kehilangan banyak cairan dan menyebabkan dehidrasi. Apakah dehidrasi itu ? Tubuh membutuhkan air & elektrolit dalam jumlah tepat untuk membantu fungsi-fungsi vital tubuh dengan benar. Diare dapat menyebabkan hilangnya cairan & elektrolit penting dari tubuh. Ketika cairan yg hilang melalui tinja, tidak digantikan, maka diare dapat menyebabkan dehidrasi (rendahnya cairan dalam tubuh lebih rendah dari kadar normal). Dehidrasi dapat menyebabkan komplikasi yang membahayakan nyawa seseorang, khususnya bayi, anak kecil dan mereka yg lanjut usia. Mencegah Dehidrasi Diare merupakan masalah umum yang biasanya akan pulih dengan sendirinya. Menjaga agar tidak dehidrasi adalah satu-satunya hal yang sangat diperlukan. • Perbanyaklah minum untuk menggantikan cairan dalam tubuh yg hilang. Terutama cairan rehidrasi oral (minuman pengganti cairan & elektrolit) yang tersedia di toko obat. Cairan ini sangat direkomendasikan bagi bayi & anak-anak. • Hindari minuman yg mengandung kafein, seperti kopi, teh dan beberapa minuman soft drink, dan alkohol. • Obat-obatan anti-diare biasanya TIDAK DIPERLUKAN dan jika dikonsumsi harus dalam pengawasan dokter. Obat-obatan tsb dapat berbahaya, terutama jika oleh anak-anak dan orang yg lanjut usia.


Aapakah Gejala-Gejala terjadinya Dehidrasi?

Bila salah satu gejala dibawah ini dialami oleh bayi anda, maka anda sebaiknya berkonsultasi dengan ahli kesehatan anda:
Gejala dehidrasi ringan – sedang:

  1. Aktivitas bermain berkurang
  2. Frekuensi buang air kecil berkurang (kurang dari 6 kali dalam sehari)
  3. Mulut kering
  4. Air mata sedikit saat menangis
  5. Pada balita atau anak-anak, ada noda hitam lunak di kepala

Gejala dehidrasi berat:

  1. Gelisah
  2. Tidur berlebihan
  3. Mata kehitaman
  4. Badan bayi dingin
  5. Kulit berkerut
  6. Tidak buang air kecil selama beberapa jam

Hubungi dokter jika diare dibarengi / muncul : • Tanda-tanda dehidrasi berat • Ada darah di tinja atau tinja berwarna hitam • Muntah terus-menerus tapi tidak ada cairan yg masuk melalui mulut • Rasa sakit hebat di daerah sekitar perut • Demam tinggi terus-menerus • Tidak ada kemajuan lebih dari 24 jam atau diare makin parah lebih dari 2 atau 4 hari Hubungi dokter jika anda mencurigai anda atau orang lain mengalami dehidrasi berat. Dehidrasi berat terkadang perlu penanganan dengan cairan intravenous (cairan yang dimasukkan langsung melalui pembuluh darah). Jangan bergantung hanya pada cairan melalui mulut untuk penanganan dehidrasi berat.



Apakah Diare dapat diobati?

Diare yang disebabkan karena virus tidak dapat diobati. Antibiotik hanya berfungsi untuk beberapa jenis bakteri atau infeksi parasit.
Berkonsultasilah dengan ahli kesehatan atau dokter anda sebelum memberikan obat.
Obat anti diare tidak dianjurkan bagi anak-anak yang berusia kurang dari dua tahun. Obat anti diare tersebut sebaiknya diberikan kepada anak-anak setelah berkonsultasi dengan dokter – meskipun bagi anak yang berusia lebih dari dua tahun


Apakah Bayi Masih perlu mengkonsumsi Makanan Padat Selama Diare?

Berikanlah bayi anda makanan seperti biasanya, kecuali bila ahli kesehatan atau dokter anda menyarankan hal yang sebaliknya.
Hindarilah pemberian soft-drink, jus buah berkonsentrat, dan jenis minuman lain yang mengandung banyak gula, karena hal ini justru akan memperparah diare. Susu rebus, yang mengandung garam dan mineral juga sebaiknya dihindari.
Makanan yang sebaiknya diberikan adalah: miju, daging atau ikan, telur, sayur matang, pisang, dan sereal rebus.
Anak-anak dapat menerima makanan dengan porsi sedikit tetapi teratur dibandingkan dengan makanan yang sekali makan dengan porsi besar.

Apa yang sebaiknya diminum oleh bayi selama diare?

Anda sebaiknya berkonsultasi dengan ahli kesehatan anda. Bila anda menyusui, ahli kesehatan anda akan menyarankan untuk tetap menyusui seperti biasa.
Bila anda memberikan susu formula, ahli kesehatan akan menyarankan penggantian susu formula untuk sementara waktu. Diare menghancurkan enzim yang dibutuhkan untuk mencerna laktosa dalam susu formula.Formula kacang kedelai atau susu formula yang bebas laktosa sebaiknya diberikan kepada bayi agar mereka lebih mudah mencerna.
Ahli kesehatan anda mungkin juga akan menyarankan pemberian oral rehydration solution (ORS) atau disebut juga oral electrolyte solution. ORS membantu menggantikan air, garam, dan potassium yang hilang selama diare


Berapa Lamakah diare berlangsung?

Diare biasanya terjadi selama 3-7 hari. Banyaknya kotoran yang encer sebaiknya diperhatikan untuk mencegah bayi mengalami dehidrasi karena kehilangan cairan.

Bagaimana mencegah terjadinya Diare?

Mencuci tangan setelah dari toilet atau setelah mengganti popok dan juga sebelum menyiapkan makanan. Tidak mengkonsumsi susu yang tidak dipasteriusasi atau makanan yang mungkin mengandung bakteri. Jangan memberikan minuman atau jus manis terlalu banyak.

demam

demam

Fever in Children Purnamawati S Pujiarto, Dr SpAK, MMPed

Demam merupakan masalah yang sering menimpa anak kita dan tidak sedikit kita2 sebagai orang tua mudah panik sehingga langsung ke dokter anak dan berharap agar cepat sembuh. Sebenarnya kalau kita tahu apa itu demam dan cara mengatasinya, tidak selalu kita harus ke dokter loh…

Lalu apa sih demam itu?

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh anak mencapai lebih dari 38Cdan prosesnya terdiri dari 3 fase, yaitu (1) menggigil sampai suhu tubuh mencapai puncaknya (2) suhu menetap dan (3) suhu menurun.
Demam juga merupakan mekanisme tubuh untuk melawan penyakit, karena suhu tubuh yang tinggi dapat membunuh virus (yang bisa meningkat jumlahnya pada suhu tubuh rendah). So better not to treat low grade fever.

Bagaimana bisa timbul demam?
Peningkatan suhu tubuh ditimbulkan oleh beredarnya molekul kecil didalam tubuh kita yang disebut PIROGEN (zat pencetus panas). Zat ini juga berguna untuk mengerahkan sel darah putih ke lokasi infeksi dan terjadinya peningkatan pirogen ini bisa disebabkan karena;

  1. Infeksi
  2. Non Infeksi, seperti alergi, tumbuh gigi, keganasan, autoimun (adanya kesalahan “program” di dalam tubuh dimana organ tubuh kita disangka sebagai “musuh” dan diserang oleh sistem kekebalan tubuh kita sendiri) dan lain2.

Diantara kedua penyebab diatas, demam lebih sering disebabkan karena infeksi, bisa oleh bakteri atau virus and in most cases (more than 75%), infeksi ini disebabkan oleh virus , terutama pada bayi dan anak .

Jadi bisa disimpulkan bahwa demam bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu gejala….dan gejala tidak akan hilang apabila penyebabnya tidak ditangani. Makanya ketika anak diberikan obat penurun panas (tempra, panadol), dalam beberapa jam panasnya naik lagi, ini terjadi karena obat penurun panas tidak menyembuhkan penyakitnya.
Lalu apa dong gunanya minum obat penurun panas? gunanya adalah supaya menurunkan suhu tubuh, agar suhu tubuh tidak terus meningkatdan supaya anak merasa nyaman (pain killer), tetapi bukan untuk menormalkan suhu tubuh!

Sekali lagi mohon di ingat – demam bukan penyakit – demam adalah gejala & yang terpenting – cari penyebabnya.
Kalau penyebabnya infeksi virus seperti pilek atau flu, obatnya hanya waktu dan beberapa pegangan di bawah ini. Jangan berikan antibiotik karena antibiotik tidak dapat membunuh virus

Cara mengatasi demam

  1. Minum Banyak karena demam dapat menimbulkan dehidrasi (baca “kerugian yg dapat terjadi karena demam”).
  2. Kompres anak dengan air hangat.
    Kok bukan dengan air dingin? karena apabila diberi air dingin, otak kita akan menyangka bahwa suhu diluar tubuh dingin sehingga otak akan memerintahkan tubuh untuk menaikkan suhunya dengan cara menggigil sehingga memproduksi panas. Akibatnya suhu tubuh anak bukannya turun, melainkan tambah panas.
  3. Beri obat penurun panas, acetaminophen atau paracetamol seperti tempra, panadol, atau paracetol, tylenol, sesuai dosis. Kapan obat penurun panas diberikan? Bila suhu di atas 38.5C, atau bila anak uncomfortable. Sebaiknya jangan berikan obat demam apabila panasnya tidak terlalu tinggi (dibawah 38.5C).

Note: Baca attachment slide 3 & 4: Mekanisme Pengaturan Suhu Tubuh.

Ingat:

  • Sebaiknya kompres dilakukan ketika: anak merasa uncomfortable, suhu mencapai 40C, pernah kejang demam/keluarga dekat pernah menderita kejang demam atau anak muntah2 sehingga obat tidak bisa masuk.
  • Cara melakukan kompres: taruh anak di bath tub mandi dengan air hangat (30-32C) atau usapkan air hangat disekujur tubuh anak. Kalau anak menolak, duduk di bath tub beri mainan & ajak bermain.


Kerugian yang dapat terjadi karena demam

1. Dehidrasi
Tanda2nya: ubun2 cekung, kencingnya sedikit dan apabila punggung tangannya dicubit, kulitnya lambat kembali.
Yang harus dilakukan: beri minum yang banyak, jus buah, es batu atau es krim. Apabila anak muntah atau diare, berikan oralit, pedialite, atau kalau sudah di atas usia 1 tahun tetapi tidak menyukai pedialit atau oralit, dapat diberikan pocari sweat atau gatorade (yang penting minuman yg mengandung elektrolit).

2. Kejang Demam(Febrile convulsion)
Jarang terjadi, terutama pada anak usia antara 6 bulan – 3 tahun. Tanda2nya: hilang kesadaran, kedua tangan kakinya bergerak dalam waktu yang sebentar (istilah nya kejang yg menyeluruh atau generalized, tidak hanya satu sisi saja atau tangan saja atau kaki saja), biasanya berlangsung beberapa detik dan tidak lebih dari 5 menit.
Berbeda dgn kejang yg disebabkan epilepsi (kejang nya lama, tidak harus seluruh anggota tubuh yang mengalami kejang, dan setelah kejang tidak sadar) or radang otak akibat herpes simplex yg tanda2nya: hanya sebelah tangan kakinya yg bergerak dan terjadi dlm waktu lama, lebih dr 10 menit, dan setelah kejang pasien tidak sadar.

Walau nampak menakutkan, kejang demam umumnya tidak berbahaya, namun begitu apabila anak mengalami kejang, sebaiknya dibawa ke dokter.
Ada obat yang dapat mengurangi kejangnya, seperti diazepam atau valium yang berguna untuk merelaksasi otot. Tapi harus diberikan ketika terjadi kejang, tidak berguna apabila diberikan sebelum atau sesudah kejang.


Obat demam

Tabel dibawah menunjukkan beberapa obat demam yang tersedia di Indonesia

IBUPROPHEN ACETAMINOPHEN ACETOSAL METAMIZOLE
Untuk Mengobati Nyeri, Demam, Peradangan Demam, Nyeri Nyeri, Demam, Peradangan Nyeri, Demam, Peradangan
Merk Dagang Proris, Fenris, Motrin Tempra, Panadol Aspilet, Aspirin, Aseptosal Novalgin
Efek Samping Iritasi lambung, pendarahan saluran pencernaan. Jgn diberikan bila anak muntah/diare. Paling aman, bila sesuai dosis. Overdose menyebabkan kerusakan hati. Gangguan otak dan hati, iritasi lambung. Tidak untuk anak dibawah 12 tahun. Alergi (contoh: muka bengkak)


The best medication for our children is look for the safety, not the efficacy. And remember drugs carry the potentiiality to be toxic, so – be sensible of using/consuming drugs.

Prinsip dalam menangani demam
Dibawah ini merupakan hal2 yg harus kita lakukan apabila anak demam as recommended by Mayo Clinic USA dan AAP )American Academy of Pediatrics):
– Cari tahu penyebab panasnya.
– Don’t panic! umumnya demam tidak membahayakan jiwa.
– Amati perilaku anak. Bila pada suhu tidak terlalu tinggi anak masih riang, aktif dan mau main, maka kita tidak perlu panik.
– Jangan memberikan obat penurun panas bila demam tidak tinggi.
– Mengetahui kapan harus cemas dan menghubungi dokter (lihat dibawah).

Kapan harus menghubungi dokter?

Dibawah adalah panduan yang dibuat oleh American Academy of Pediatrics:
– Bila bayi berusia kurang dr 3 bln dgn suhu tubuh mencapai 38C atau lebih.
– Bila bayi berusia 3-6 bln dgn suhu tubuh mencapai 38.3C atau lebih.
– Bila bayi & anak berusia lebih 6 bln dgn suhu tubuh mencapai 40C atau lebih.
– Tidak mau minum/ telah mengalami dehidrasi.
– Menangis terus menerus.
– Tidur terus menerus.
– Kejang
– Sesak nafas, gelisah, muntah or diare.

Medical Library Done with printing

Home Treatment of Fever

For purchasing or reprint information, click here.

Fevers under 101 degrees Fahrenheit (38.3 degrees Celsius) generally do not need to be treated unless your child is uncomfortable or has a history of febrile convulsions. Even higher temperatures are not in themselves dangerous or significant unless your child has a history of convulsions or a chronic disease. It is more important to watch how your child is behaving. If he is eating and sleeping well, and has periods of playfulness, he probably doesn’t need any treatment. If he seems to be bothered by the fever; however, you can treat it by a variety of ways, including medication and sponging.
Fever Medication
There are several medications that can reduce body temperature by blocking the mechanisms that cause a fever. These so-called antipyretic agents include acetaminophen, ibuprofen and aspirin. All three of these drugs appear to be equally effective at reducing fever. However, since aspirin may cause or be associated with side effects, such as stomach upset, intestinal bleeding and (most seriously) Reye syndrome, we do not recommend using it to treat a simple fever. Ibuprofen use is approved for children 6 months of age and older; however, ibuprofen should never be given to children who are dehydrated or vomiting continuously.
Ideally, the dose of acetaminophen should be based on a child’s weight, not his age. The dose of ibuprofen should be based on baseline temperature and weight, not his age. However, the dosages listed on the labels of acetaminophen bottles (which are usually calculated by age) are generally safe and effective unless your child is unusually light or heavy for his age.
Be sure to read and follow the instructions on the manufacturer’s label when using any medication. Following the instructions is important to ensure that your child receives the proper dosages. Acetaminophen may be contained in other over-the-counter medications, such as cold preparations. Read all medication labels to ensure your child is not receiving multiple doses of the same medicine. As a general rule, do not give a baby under 2 years acetaminophen or any other medication without the advice of your pediatrician.
Sponging to Ease Fever
In most cases, using oral acetaminophen or ibuprofen is the most convenient way to make your feverish child more comfortable. However, in some cases you might want to combine this with tepid sponging or just use sponging alone.
Sponging is preferred over acetaminophen if your child is known to be allergic to, or is unable to tolerate, antipyretic (antifever) drugs (a rare case).
It is advisable to combine sponging with acetaminophen or ibuprofen if:

  • Fever is making your child uncomfortable.
  • He has a temperature over 104 degrees Fahrenheit (40 degrees Celsius).
  • He has a history of febrile convulsions or someone else in your immediate family has had them.
  • He is vomiting and may not be able to retain the medication.

How to Sponge Your Child for Fever
To sponge your child, place him in his regular bath (tub, bathinette or baby bath), but put only 1 to 2 inches of tepid water (85 to 90 degrees Fahrenheit or 29.4 to 32.2 degrees Celsius) in the basin. If you do not have a bath thermometer, test the water with the back of your hand or wrist. It should feel just slightly warm. Do not use cold water, since that will be uncomfortable and may cause shivering, which can raise his temperature. Seat your child in the water, it is more comfortable than lying down. Then, using a clean washcloth or sponge, spread a film of water over his trunk, arms and legs. The water will evaporate and cool the body. Keep the room at about 75 degrees Fahrenheit (23.9 degrees Celsius), and continue sponging him until his temperature has reached an acceptable level. Never put alcohol in the water; it can be absorbed into the skin or inhaled, which can cause serious problems, such as coma.
Usually, sponging will bring down the fever in thirty to forty-five minutes. However, if your child is resisting actively, stop and let him just sit and play in the water. If being in the tub makes him more upset and uncomfortable, it is best to take him out even if his fever is unchanged. Remember, fever in the moderate range (less than 102 degrees Fahrenheit [38.9 degrees Celsius]) is in itself not harmful.
Treating a Mild Fever

  • Keep your child’s room comfortably cool, and dress him lightly.
  • Encourage him to drink extra fluid (water, diluted fruit juices, gelatin-flavored water).
  • Avoid giving extremely fatty foods or others that are difficult to digest, as fever decreases the activity of the stomach, and foods are digested more slowly. There is no reason to discontinue giving your child the milk he normally drinks.
  • If the room is warm or stuffy, place a fan nearby to keep the cool air moving.
  • Your child does not have to stay in his room or in bed when he has fever. He can be up and about the house, but he should not run around and overexert himself.
  • If the fever is a symptom of a highly contagious disease (e.g., chickenpox), keep your child away from other youngsters and elderly people.

Excerpted from Caring for Baby and Young Child: Birth to Age 5, Bantam 1999 © Copyright 2000 American Academy of Pediatrics

This article is provided by Medem, Inc. All rights reserved.

Q & A

1. Q (Minda) : Apakah tepat memberikan memberikan stesolid pada anak yang demam tinggi dan apakah kita harus selalu mempunyai/membawa persediaan stesolid ? A : Stesolid adalah nama dagang dari diazepam, nama dagang lainnya adalah VALIUM, karenanya Stesolid = VALIUM !!!. Obat ini bekerja mengendorkan otot (muscle relaxan). Obat ini diberikan saat anak kejang. Efek samping dari obat ini adalah depresi pusat pernafasan, artinya penggunaan obat ini dapat menghentikan sistem pernafasan. Oleh karena itu, perlu dimonitor dengan ketat sistem napas si anak Di lain pihak, penelitian terakhir membuktikan bahwa stesolid tidak dapat mencegah terjadinya kejang demam. Karenanya pada kasus tertentu dimana anak mempunyai riwayat/bakat kejang, orangtua boleh mempunyai persediaan stesolit namun hanya digunakan pada saat anak mulai kejang, bukan pada saat panas mulai tinggi. 2. Q (Runi ) : Apakah anak yang sering demam tinggi berisiko mengalami kejang atau epilepsi? A: Tidak. 3. Q (Wiwin) : Apa saja cirri-ciri anak dehidrasi ? A : Ciri-ciri dehidrasi : Tidak ada air mata Ubun-ubun cekung Bila dicubit di punggung tangan, kulit akan lama kembali normal (mulus) Bibir kering Frekuensi dan volume buang air kecil berkurang Berat badan turun, untuk anak < 1 th, penurunannya sudah > 10% Anak yang dehidrasi harus dirawat di RS (inipun hanya untuk diinfus cairan) ketika : Muntah Tidak mau minum sama sekali Dehidrasinya berat 4. Q (Wulan) : Apakah ada batasan jumlah dan jenis obat yang boleh diracik menjadi puyer untuk menghindari interaksi antar obat yang merugikan A : Interaksi obat adalah sebuah pengetahuan tersendiri yang seharusnya dipelajari dengan baik oleh calon dokter dan calon pharmasist. Sebagai orang tua, ada beberapa prinsip sederhana yang patut kita pegang: Bahwa pada dasarnya semua obat bisa bersifat racun (terutama terhadap hati). Bahwa pada umumnya semua obat bersifat lipophilic (larut dalam lemak) agar dapat diserap oleh usus/tubuh. Sedangkan agar residu obat dapat dibuang oleh tubuh, maka obat tersebut harus dioleh menjadi zat yang hydrophilic (larut dalam air). Proses pengolahan tersebut terjadi dalam hati, membutuhkan enzym tertentu dan menghasilkan zat antara yang dapat bersifat racun (free radicals, oxygen reactive). Intinya, sesedikit mungkin mengkonsumsi obat Karenanya, usahakan untuk selalu meminta dokter anak untuk : Menuliskan (atau membacakan ulang dan kita tulis di catatan sendiri) komposisi obat apa saja yang ada dalam racikan puyernya. Minta penjelasan cara kerja setiap obat (misalnya : obat A untuk batuknya, obat B untuk alergi, obat C untuk obat tidur) Memberikan saja masing2 obat tersebut dalam bentuk aslinya (tablet atau syrup). Orang tua selayaknya hanya membeli dan konsumsi obat yang benar-benar dibutuhkan saja. 5. Q (Ismi) : Bolehkan terlebih dahulu memberi treatment tradisionil kepada anak sebelum memberi obat-obatan medis? A : Treatment tradisional seperti yang dikemukakan tadi boleh saja diterapkan sebagai first aid pada saat anak panas apalagi bila sifatnya bukan yang diminum/ditelan (misalnya membalurkan bawang merah + minyak telon) 6. Q (Ella M) : Bagaimana mengatasi anak yang muntah setiap habis berenang ? A : Kejadian ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya : terkontaminasi air kolam renang, terlalu lelah, dll. Yang perlu di lakukan adalah selalu memberikan cairan (apapun yang disukai anak) dan istirahat yang cukup. Sepanjang anak tidak menampakkan gejala lemas yang berkelanjutan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. 7. Q (Ella F) : Apakah alat pengukur suhu tubuh di ketiak yang terbaik ? 8. Q (Elfrida) : Mengapa hasil pengukuran suhu dengan ear thermometer selalu 1° lebih tinggi daripada hasil pengukuran dengan mercury thermometer ? Dan apakan anak yang batuk/pilek bolah diterapi pijat? A : Alat pengukur suhu tubuh yang terbaik adalah yang mencerminkan suhu di dalam tubuh, karena hasil yang ditampilkan akan lebih akurat. Pada anak besar, pengukuran di mulut – di bawah lidah, merupakan cara yang akurat. Cara kedua adalah mengukur suhu di dubur dan ear thermometer (Thermoscan). Hasil pengukuran suhu dengan ear thermometer selalu 1° lebih tinggi daripada hasil pengukuran di ketiak, karena pengukuran di ketiak dipengaruhi oleh faktor luar (udara) yang membiaskan pengukuran suhu. Anak batuk/pilek boleh dipijat. Boleh, bagus, supaya anak tenang, relaks dan aliran darah lancar. 9. Q (Anindy) : Apa fungsi antibiotik (AB) dalam viral infection (infeksi yang disebabkan oleh virus) ? A : Sampai saat ini tidak ada satu obat pun yang dapat membunuh/menghambat pertumbuhan virus. AB hanya efektif untuk bacterial infection dengan cara melumpuhkan perangkat berkembang biaknya atau menghancurkan dinding sel bakteri. AB tidak berguna untuk mengobati viral infection. 10. Q (Ina) : Berapa banyak jumlah maximal Pocari Sweat yang boleh diminum anak dalam 1hari ? A : Sebetulnya tidak ada batasan yang baku, apalagi pada anak besar yang sehat fungsi ginjalnya, kelebihan akan dibuang oleh si ginjal, namun perlu diingat bahwa setiap hal yang berlebih adalah tidak baik. Juga perlu diketahui bahwa anak < 1 th ginjalnya belum berfungsi secara sempurna untuk membuang kelebihan mineral dalam tubuh. 11. Q (Esie) : Bagaimana menangani anak yang sering radang tenggorokan/ batuk/pilek? Bagaimana pula pengobatan yang tepat mengingat DSAnya selalu memberikan puyer dari racikan banyak obat. A : Hal ini akan dibahas pada Session Common problems in pediatrics. 12. Q (Ireina) : Anak saya pernah mengalami panas tinggi selama 5 hari, kemudian dirawat dengan diagnosa parathypus. Pada saat demam tinggi keluar cairan kuning dari telinganya. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? A : Kuman parathypus rasanya tidak akan menimbulkan komplikasi yang berbahaya, dan juga tidak memerlukan antibiotik (kenapa di rawat ya?). Cara mencegah berulangnya? Kuman ini ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar – jadi hidup sehat saja, jaga k ebersihan 13. Q (Dyah) : Bagaimana dengan fugnsi suplemen untuk anak? Apakah Igastrum merupakan suplemen yang baik? A : Penggunaan suplemen belum dapat dibuktikan secara medis manfaatnya. Igastrum sendiri, kalaupun memang dihasilkan dari kolustrum sapi masih harus dipertanyakan apakah zat/kolustrum yang ada tidak rusak dalam proses pengolahannya. Yang terbaik adalah ASI dan makanan bergizi yang disajikan secara menarik dan variatif. 14. Q (Alergi) : Apakah alergi pada obat-obatan tertentu (Penicylin dan turunannya) menurun pada anak? A : Alergi biasanya menurun pada anak, meskipun bisa dalam bentuk alergi yang lain.

Common Problem in children

Masalah-masalah kulit yang biasa ditemui pada bayi

Kulit adalah salah satu tanda yang paling terlihat dari kesehatan bayi dan kesejahteraan dan seharusnya diberikan perhatian yang sama dengan aspek lain dari kesehatan bayi. Dengan usaha yang relatif sedikit, beberapa masalah kulit seperti terdaftar disini yang umum bagi bayi bisa dicegah.

Kerak Kepala
Kelenjar keringat yang bekerja berlebihan di kulit kepala dapat menyebabkan serpihan kulit keras, dikenal dengan nama kerak kepala.
– untuk mencegahnya, cucilah kulit kepala bayi dengan shampoo yang diformulasikan secara khusus agar menjadi cukup ringan dan lembut untuk digunakan pada bayi anda
– bilaslah dengan seksama untuk menghilangkan semua sisa shampoo.
– gosokkan baby oil dengan lembut pada kulit kepala bayi anda dan biarkan beberapa saat untuk menghilangkan serpihan kulit keras, agar mudah dihilangkan.

Kulit Kering
Kulit bayi anda dengan mudah menjadi kering dan semakin kering kulitnya, semakin kurang efektiflah ia melindungi efek-efek yang berbahaya.
– atur suhu dan kelembaban didalam rumah anda.
– lindungi bayi anda dari hembusan angin.
– jaga kulit bayi anda tetap lembab untuk mencegah kekeringan dan menjaga kelembaban kulit yang tepat dengan menggunakan krim bayi, lotion atau oil.

Lecet
Ada gesekan diantara pakaian bayi dan kulit dimana daerah-daerah dari kulit saling bergesekan seperti pada ketiak atau lipatan-lipatan pantat bayi yang bisa menimbulkan lecet.
– keringkan bayi anda dengan seksama setelah mandi dan berikan perhatian khusus pada lipatan-lipatan.
– hindari bahan kain yang kasar, kesat dan ketat.
– gunakan bedak atau krim pada kulit untuk mengurangi gesekan dan menjaga bayi anda tetap nyaman.

Ruam Panas (Biang Keringat)
Pada suhu cuaca yang panas, pori-pori pada kulit bayi anda bisa tertutup dan menyebabkan jerawat kecil merah muda.
– Jangan biarkan bayi anda terlalu kepanasan dengan memakaikan pakaian berlebihan atau memanaskan suhu ruangan bayi secara berlebihan.
– Pastikan pakaian bayi cukup longgar.
– bersihkan bayi anda secara teratur untuk membuang keringat berlebih.
jika terlanjur terdapat biang keringat ada obat tradisional yang majur yaitu bubuhkan tepung tapioka ke badan bayi… dengan cara pemakaian seperti bedak

Ruam Susu
.Eksim susu (dermatitis atopik) biasanya diturunkan. Orang awam mengira eksim ini disebabkan pipi bayi terkena cipratan ASI saat menyusu, padahal bukan. Penyebabnya adalah faktor keturunan didukung faktor pencetus seperti makanan (susu, telur, dan daging), hirupan debu rumah dan terkena benda berbulu dan keringatnya sendiri.
Biasanya terdapat ruam di daerah pipi dengan gejala warna kulit tampak kemerahan dan gatal. Cegah si kecil menggaruk ruam tersebut karena bisa menyebabkan iritasi yang menimbulkan gelembung kecil berisi cairan jernih. “Cairan ini bila pecah akan menjadi basah, berair, dan berdarah. Setelah mengering akan menjadi kehitaman, kemudian kulit menjadi bersisik dan kering,”

Eksim karena faktor pencetus dari lingkungan bersifat alergen yang dapat menimbulkan reaksi alergi di tubuh, sehingga kulit menjadi gatal dan timbul eksim.

Faktor lain yang memudahkan terjadinya eksim adalah sifat kulit, yakni kulit kering. Pemakaian sabun yang kadar alkalinya tinggi, terlalu sering berada di ruangan ber-AC dengan suhu dibawah 18 Celsius, memakai pakaian dari wol, bisa memicu kambuhnya eksim. “Meski penyebabnya genetik (keturunan), sepanjang tak ada faktor pencetusnya, eksim ini tidak akan timbul. Jadi, kalau gejalanya masih sedikit gatal atau merah, lebih baik langsung diingat-ingat apa yang sudah dimakan dan dikenakan, lalu cepat hindari agar tidak berkepanjangan, ” .

Untuk mencegah kambuhnya eksim susu, sebaiknya jaga kebersihan lingkungan di sekitar si kecil. “Usahakan kamar bayi bersih dari debu dengan mencuci gorden seminggu sekali, hindari meletakkan banyak barang di dalam kamar, hindari pakaian, mainan dan karpet tebal dan berbuluyang mudah menampung debu. Sebaiknya gunakan kasur, bantal, jok kursi dari busa, ”

Untuk mengobati, diberikan krim antiradang, anti alergi dan antigatal. Gunakan sesuai aturan dan petunjuk dokter. Jika tak kunjung sembuh, segera konsultasikan ke dokter, jangan lakukan tindakan sendiri dengan penggunaan krim tidak sesuai aturan atau menggunakan obat minum, misalnya. “Bisa muncul efek samping seperti kerusakan kulit. Yang utama memerhatikan kebersihan kulit bayi dan anak. Ini gampang dilakukan namun sering dilupakan orang tua

HINDARI SABUN KERAS
Rawatlah kulit bayi dan balita secara benar. Apa saja yang harus dilakukan?

1. Bersihkan kulit dari kotoran yang menempel pada kulit seperti sisa makanan, air seni dan tinja dengan air. Mandi dua kali sehari juga akan membantu membersihkan kulit. “Jika kegiatan dan gerak anak sangat tinggi, mandi dapat dilakukan sampai 3 kali sehari.”

2. Perhatikan sabun pembersih kulit. “Hindari sabun yang terlalu keras. Pilih sabun khusus untuk bayi dan balita yang memiliki pH 4,5 ­ 5 dan agak berminyak untuk menghindari iritasi.” Gunakan pula pelembap berupa lotion dan krim khusus bayi dan balita. Fungsinya mempertahankan atau menambah kandungan air dalam kulit terutama bagian terluar kulit ari (epidermis). Berikan setelah mandi.

3. Cegah bayi terpapar sinar ultraviolet dari matahari atau gunakan pelindung sinar matahari. “Pukul 08.00 ke atas, intensitas ultraviolet sangat tinggi. Jadi, menjemur bayi sebaiknya sebelum jam itu dan sebaiknya tetap gunakan krim atau lotion pelindung sinar matahari khusus bayi dan balita,” ungkap Titi.

Yang tak kalah penting, sebelum membeli produk perawatan kulit untuk bayi dan balita, teliti informasi produk. “Teliti isi, tujuan,cara pemakaian, tanggal produksi, kedaluwarsa serta izin dari Badan POM agar terhindar dari faktor pemicu atau pencetus timbulnya penyakit, ” pesan Titi.



BIANG KERINGAT PUN BIKIN MASALAH
Biang keringat muncul akibat saluran keringat tersumbat sel yang sudah berganti. Akibatnya, rasa gatal terpicu. Berikut agar si kecil terhindar dari biang keringat:

* Bayi atau anak dianjurkan mandi secara teratur, sedikitnya dua kali sehari menggunakan air dingin dan sabun. “Mandi yang teratur merupakan salah satu cara agar keringat dapat keluar dengan baik dan lancar,” ujar Titi.

* Jika bayi dan balita Anda banyak dan sering mengeluarkan keringat, basuh dengan handuk atau kain lembut. Setelah itu, taburi dengan bedak, tapi jangan pada saat kulit dalam kondisi lembap.

* Gunakan pakaian yang menyerap keringat, misalnya yang terbuat dari katun. “Kalau pakaiannya sudah basah oleh keringat, cepat ganti dengan yang kering. Sebaiknya bawa beberapa potong baju jika sedang bepegian untuk mempermudah mengganti pakaian

Ruam / eksim Popok
Popok membuat daerah yang lembab dan hangat yang secara terus-menerus bersentuhan langsung dengan kulit bayi. daerah yang lembab dan hangat ini memicu tumbuhnya bakteri. Ditambah pula lecet akibat gesekan yang menurunkan efektifitas pelindung kulit menyebabkan ruam popok. Ada beberapa cara unutk mengurangi atau mencegah masalah-masalah kulit pada area halus ini.

untuk menjaga kulit pantat bayi sehat dan nyaman:
– gantilah popok sesering mungkin
– bersihkan pantat bayi anda dengan lembut dengan kain penyeka bayi dan keringkan diantara lipatan-lipatan secara seksama setiap kali anda mengganti popok.
– ketika membersihkan pantat bayi, pastikan mengusap dari depan kebelakang. ini akan menjauhkan kotoran dari daerah kemaluan dan mencegah infeksi.
– usapkan krim pelindung untuk melindungi kulit.
– gunakan pelapis popok atau popok sekali pakai yang dapat menyerap kelembaban dari kulit bayi sehingga menjadikan bayi lebih kering.
– ketika anda mencuci popok, bersihkan mereka secara seksama sehingga semua deterjen hilang.

Perubahan Hormon
Ruam yang berciri jerawat putih pada hidung, pipi dan dahi, dapat timbul dari penyerapan hormon yang bayi anda terima ketika ia masih berada didalam rahim anda. hal ini cukup normal dan akan hilang sendiri.

Common Problem in children - Bunda Labibahs
Bayi yang terus menangis dapat membuat orangtuanya tertekan. Adalah hal yang lumrah bila mereka merasa tidak menentu, frustrasi, tak berdaya, bersalah, depresi, lelah, jengkel, dan marah.
Common Problem in children - Bunda Labibahs Kolik adalah menangis dan rewel berkepanjangan selama lebih dari 3 jam sehari. Bayi yang meminum ASI ataupun susu formula dapat mengalami kolik.
Sekitar 30% bayi sehat pernah mengalami kolik. Kondisi ini biasanya terjadi antara minggu kedua dan keempat setelah lahir.
Common Problem in children - Bunda Labibahs Bayi anda sehat tetapi mungkin mengalami kolik apabila dia :

Common Problem in children - Bunda Labibahs Jumlah waktu menangisnya lebih dari 3 jam sehari selama lebih dari 3 hari dalam 1 minggu.
Common Problem in children - Bunda Labibahs Terkadang menjerit-jerit dan tak dapat dihibur. Kondisi terparah biasanya terjadi pada sore menjelang malam hari.
Common Problem in children - Bunda Labibahs Melurus-luruskan atau menarik-narik kakinya, dan buang angin (kentut). Perutnya seperti membesar karena kembung.

Common Problem in children - Bunda Labibahs Tak seorang pun yang tahu persis apa penyebabnya. Sepertinya bayi yang sedang kolik mengalami kontraksi usus yang sangat menyakitkan.
Ada yang beranggapan bahwa kolik berkaitan dengan makanan. Sebagaimana halnya intoleransi laktosa, sensitifitas terhadap protein susu sapi diduga juga menyebabkan kolik. Bayi yang meminum ASI mengalami kolik yang disebabkan kepekaan terhadap salah satu makanan dalam ragam makanan ibunya.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa bayi menangis dan rewel karena menelan udara terlalu banyak pada waktu makan. Menurut pendapat lain, kolik terjadi karena bayi memiliki kepekaan aneh terhadap stimulasi.
Common Problem in children - Bunda Labibahs Pada beberapa kasus, kolik merupakan gejala penyakit tertentu, misalnya hernia. Apabila bayi anda mengalami kolik, segera periksakan dia ke ahli kesehatan untuk memastikan bahwa penyebab masalah itu bukan penyakit.
Common Problem in children - Bunda Labibahs Pada umumnya kolik mulai timbul dalam bulan pertama sesudah lahir, dan menghilang dengan sendirinya ketika bayi berumur 3 atau 4 bulan.
Common Problem in children - Bunda Labibahs Karena kolik disebabkan oleh banyak hal, tak ada pengobatan tunggal yang efektif untuk semua bayi.
Bila intoleransi laktosa atau alergi makanan diduga sebagai penyebabnya maka penggantian makanan dapat membantu.
Ibu-ibu menyusui agar menghindari produk susu olahan serta makanan yang menimbulkan gas, misalnya kubis, bawang, dan bawang putih. Berkonsultasilah dengan ahli kesehatan tentang cara menangani kepekaan terhadap makanan.
Bila anda memberikan susu formula, mintalah petunjuk ahli kesehatan apakah mengganti dengan formula bebas susu atau formula bebas laktosa untuk mengatasi kolik.
Jika kolik yang dialami merupakan bagian dari fase pertumbuhan maka hal ini akan hilang bersama waktu.
Common Problem in children - Bunda Labibahs Anda bisa mencoba beberapa petunjuk di bawah ini:

Common Problem in children - Bunda Labibahs Terus berdekatan dengan bayi. Gerakan dan kontak tubuh dapat menghiburnya.
Common Problem in children - Bunda Labibahs Membuat gerakan dan bunyi ritmis dengan bantuan penyedot debu, pengering pakaian, atau alat-alat lain.
Common Problem in children - Bunda Labibahs Memberikan empeng mungkin membuatnya lebih nyaman.
Common Problem in children - Bunda Labibahs Menelungkupkan bayi melintang di pangkuan anda sambil menggosok-gosok punggungnya.
Common Problem in children - Bunda Labibahs Membungkus bayi dengan selimut agar dia merasa nyaman dan aman.

Meminta orang lain mengantikan menjaga bayi sejenak supaya anda dapat beristirahat sebentar. Istirahat kira-kira 1 jam sudah cukup untuk memulihkan kesegaran anda.

Common Problem in children - Bunda Labibahs

Apakah konstipasi itu?

Common Problem in children - Bunda Labibahs Kotoran kering dan keras (pelet-pelet kecil).
Common Problem in children - Bunda Labibahs Kotoran sukar keluar.
Common Problem in children - Bunda Labibahs Buang kotoran tidak teratur.

Apabila bayi anda hanya mengalami salah satu dari tiga hal ini maka itu bukanlah konstipasi.

Common Problem in children - Bunda Labibahs Kekurangan asupan cairan juga menyebabkan konstipasi. Apabila bayi mendapat cairan yang memadai melalui ASI atau susu formula maka konstipasi jarang terjadi.
Penyebab lain dari konstipasi pada bayi dan anak-anak adalah kurangnya serat dalam makanan. Serat makanan yang terdapat dalam buah-buahan, sayuran dan padi-padian tidak dicerna sehingga kotoran menjadi lebih besar, lebih lembek, dan lebih mudah keluar.
Berkonsultasilah dengan ahli kesehatan apabila anak anda mengalami konstipasi, atau bila anda ingin mengetahui tentang hal ini lebih lanjut.

Common Problem in children - Bunda Labibahs Common Problem in children - Bunda Labibahs
Tabel berikut ini mungkin bermanfaat untuk anda dalam mengidentifikasikan konstipasi pada bayi:

Kondisi Konstipasikah ini?
Bayi menggeram, meregang, menarik kaki sampai ke dada, atau wajahnya memerah pada waktu buang air besar. Bukan. Hal seperti ini normal.
Bayi mengeluarkan kotoran, banyak dan keras (tetapi tidak ada tanda dan gejala lain). Bukan. Ini hanyalah variasi pola kotoran normal. Kondisi ini bersifat sementara.
Bayi meminum ASI tetapi buang air besar hanya sekali seminggu. Bukan. Hal ini normal, karena memang ada sebagian bayi yang minum ASI mengalaminya.
Bayi meminum susu formula buang air besarnya hanya 2 sampai 3 kali seminggu. Bukan. Hal ini normal terjadi pada sebagian bayi yang diberikan susu formula.
Ketika mulai makan makanan padat, kotoran bayi berubah pola, warna dan kepadatannya. Bukan. Hal ini biasa terjadi ketika bayi mulai diberikan makanan padat.
Bayi mengakami kesulitan mengeluarkan kotoran keras, dan buang air besar hanya 1 kali setiap 3 atau 4 hari. Ya, dia mengalami konstipasi.

ASI atau susu formula adalah sumber makanan utama bayi yang berusia dibawah 6 bulan. Mereka jarang sekali mengalami konstipasi karena kedua makanan ini mengandung banyak air bila diberikan dengan benar.
Bila bayi mengalami konstipasi, hal ini biasanya disebabkan mereka kurang makan. Oleh karena itu, harus diperhatikan betul-betul bahwa mereka diberikan ASI ataupun susu formula dalam jumlah yang cukup. Berkonsultasilah dengan ahli kesehatan apabila anda kurang yakin bahwa volume yang diberikan sudah mencukupi

Common Problem in children - Bunda Labibahs

Common Problem in children - Bunda Labibahs Untuk bayi berusia lebih tua, perbanyak serat dalam makanannya. Makanan kaya serat antara lain buah prune, aprikot, plum, kismis, kacang polong, buncis, brokoli, sereal beras, dan roti.
Common Problem in children - Bunda Labibahs Usahakan bayi minum air lebih banyak lagi.
Common Problem in children - Bunda Labibahs Jangan sekali-kali memberikan pencahar, supositoria, atau obat cuci perut kepada bayi tanpa petunjuk ahli kesehatan. Penggunaan obat-obatan semacam ini, termasuk yang dijual bebas, lama kelamaan menjadi kebiasaan.

Common Problem in children - Bunda Labibahs

Common Problem in children - Bunda Labibahs Jika minum susu formula Jangan memadatkan atau menekan bubuk dalam sendok takar karena hal itu menyebabkan formula menjadi lebih pekat. Asupan cairan akan berkurang serta menimbulkan konstipasi.
Common Problem in children - Bunda Labibahs Usahakan agar bayi mau meminum air/asi lebih banyak lagi. Penambahan cairan sangat bermanfaat terutama dalam cuaca panas untuk mengimbangi air yang keluar melalui keringat.

untuk yang sudah MPASI Berikan makanan kaya serat. Dengan menambah buah-buahan, sayuran, kacang polong, sereal beras, dan roti maka jumlah serat makanan meningkat secara alami. Makanan kaya serat membuat kotoran lebih lembek dan keluar lebih lancar.

Common Problem in children - Bunda Labibahs

Alergi susu sapi adalah sebuah kondisi dimana sistem kekebalan tubuh memberikan reaksi yang berlebihan terhadap protein yang terkandung dalam susu sapi.
Diperkirakan 0,3% – 7,5% bayi mengalami alergi susu sapi. Hal ini biasanya terjadi pada saat bayi berumur satu bulan

Common Problem in children - Bunda Labibahs Gejala umum dari alergi susu sapi adalah kolik, gelisah berkepanjangan yang mengganggu tidur, muntah, dan diare.
Sistem pernapasan bayi juga dapat terganggu, misalnya: batuk, pilek, bersin, dan sesak napas.
Alergi susu sapi juga dapat menyebabkan eksim, bengkak, bintik merah, gatal, dan ruam pada mulut dan dahi.
Gejala paling parah biasanya terjadi 30 menit keatas setelah bayi mengkonsumsi susu.

Common Problem in children - Bunda Labibahs Alergi susu sapi dapat menjadi penyakit yang parah apabila:

Common Problem in children - Bunda Labibahs Sesak napas parah sampai berwarna biru
Common Problem in children - Bunda Labibahs Kulit bayi berbintik merah gatal
Common Problem in children - Bunda Labibahs Bengkak pada kepala dan leher
Common Problem in children - Bunda Labibahs Diare berdarah
Common Problem in children - Bunda Labibahs Pucat dan lemah

Segeralah berkonsultasi dengan ahli kesehatan dan dokter anda bila gejala-gejala diatas terjadi pada bayi anda. Meskipun hal-hal diatas tidak anda temui, tetaplah segera temui ahli kesehatan atau dokter anda bila anda mencurigai bayi anda menderita alergi susu sapi.

Common Problem in children - Bunda Labibahs Sulit untuk menentukan apakah gejala yang dialami oleh bayi merupakan gejala alergi susu sapi atau gejala infeksi laktosa. Kadang bayi menderita keduanya, karena alergi yang disebabkan kerusakan usus dapat mengurangi kemampuan bayi untuk mencerna laktosa.
Ahli kesehatan anda dapat memberikan beberapa tes untuk menentukan apakah bayi anda menderita alergi susu sapi atau tidak.

Common Problem in children - Bunda Labibahs Bila salah satu orang tua atau saudara bayi menderita alergi susu sapi, bayi anda mungkin juga akan menderita alergi susu sapi.
Mengkonsumsi susu formula yang berbahan dasar sapi sejak lahir dapat mempertinggi kemungkinan alergi bila ada sejarah alergi pada keluarga. Pemberian ASI eksklusif dapat memperlambat bahkan mencegah terjadinya alergi susu sapi pada bayi.

Common Problem in children - Bunda Labibahs Bayi yang sangat sensitif dapat mengalami alergi susu sapi melalui makanan yang dikonsumsi oleh ibu, tetapi hal ini sangat jarang sekali terjadi.
Berkonsultasilah dengan ahli kesehatan anda untuk menentukan kemungkinan alergi pada bayi anda.

Common Problem in children - Bunda Labibahs
Infeksi laktosa dapat terjadi bila bayi tidak mendapatkan asupan lactase yang memadai. Lactase adalah enzim yang dibutuhkan bayi untuk mencerna laktosa, salah satu jenis karbohidrat atau gula yang terdapat dalam susu sapi atau susu formula yang berbahan dasar susu sapi.
Infeksi laktosa biasanya terjadi pada saat bayi mengalami diare karena diare dapat menghancurkan beberapa enzim yang dibutuhkan oleh bayi. Infeksi laktosa disebut juga defisiensi lactase sekunder, hal ini biasanya berlangsung sementara.
Beberapa persen bayi mengidap defisiensi lactase, hal ini berarti mereka lahir dalam kondisi yang tidak dapat memproduksi lactase secara alami. Cacat defisiensi lactase ini sifatnya permanen.
Common Problem in children - Bunda Labibahs Gejala umum dari infeksi lactosa adalah diare yang sangat encer, sakit pada bagian perut, dan sering buang gas. Gejala ini berlangsung selama 30-60 menit setelah bayi mengkonsumsi susu sapi atau susu formula yang berbahan dasar susu sapi.
Bila anda menduga bayi anda mengalami infeksi lactosa, berkonsultasilah terlebih dahulu kepada dokter atau ahli kesehatan karena gejala infeksi lactosa seperti diare, sakit perut, dan muntah juga dapat merupakan gejala penyakit lain. Dengan berkonsultasi dengan ahlinya, anda dapat mengetahui penyakit yang diderita bayi anda dengan jelas.
Common Problem in children - Bunda Labibahs Penyakit ini tidak terlalu serius dan membahayakan, tetapi bila hal ini tidak ditangani dengan cepat dan tepat, maka akan diperlukan waktu yang lama untuk menyembuhkan bayi dari diare. Bila bayi anda menderita diare selama lebih dari 2 minggu, bayi anda dapat mengalami kekurangan nutrisi. Berkonsultasilah dengan ahli kesehatan saat bayi anda mengalami diare. Lihat juga penjelasan lebih detail dalam submenu Diare.
Common Problem in children - Bunda Labibahs Infeksi lactose dapat diatasi dengan mengurangi atau menghilangkan lactose dari makanan yang dikonsumsi oleh bayi. Lactose terdapat dalam produk-produk berbahan dasar susu dan susu formula yang berbahan dasar susu sapi.
Studi klinis telah membuktikan bahwa formula yang bebas laktosa membantu bayi mengatasi diare dan juga meningkatkan nutrisi susu formula yang dikonsumsi oleh bayi.
Selama beberapa tahun formula kedelai telah dipergunakan sebagai salah satu alternatif nutrisi apabila diet bebas laktosa dibutuhkan.
Susu formula yang bebas laktosa telah berkembang dengan baik. Formula ini kaya akan protein, kalsium, dan energi, tetapi sedikit atau bahkan tidak mengandung laktosa sama sekali. Susu formula ini dapat diterima bayi dengan baik karena rasanya sama dengan susu formula standard lainnya.
Common Problem in children - Bunda Labibahs Mengandung protein yang setara dengan ASI (60% lactalbumin) sehingga dapat dicerna dengan mudah Diperkaya dengan nukleotida untuk mencegah terjadinya diare Mempunyai rasa yang sama dengan susu formula standar sehingga mudah diterima oleh bayi Mengandung nutrisi yang lengkap dan seimbang, termasuk beta karoten. Susu formula bebas lactosa Wyeth telah memenuhi semua persyaratan tersbut diatas.
Common Problem in children - Bunda Labibahs Laktosa biasanya cukup dihindari selama 2-4 minggu saja untuk menghindari defisiensi sekunder lactase. Setelah itu, makanan yang mengandung laktosa dapat mulai diberikan kembali secara perlahan-lahan. Selama 2-4 bulan, biasanya laktosa masih belum dapat diberikan secara normal.
Bayi yang menderita cacat defisiensi lactase masih perlu melanjutkan diet bebas laktosa. Berkonsultasilah dengan ahli kesehatan anda untuk mengetahui jangka waktu pemberian susu bebas laktosa untuk bayi anda

membaca growth chart

http://www.growtall.com/growth-charts2.htm

CARA BACA GROWTH CHART YG TEPAT

Grafik pertumbuhan dan persentil Apakah yg dimaksud dg Persentil ? Ketika kita membuka grafik pertumbuhan, maka kita akan melihat 7 kurva dengan pola yg sama. Tiap kurva tsb mewakili persentil yg berbeda : 5th, 10th, 25th, 50th, 75th, 90th, dan 95th. Persentil 50th menunjukkan rata-rata nilai pada umur tsb. Selain itu ada juga grafik dengan tambahan persentil 10th, 25th, 50th, 75th, 90th, dan 97th Biasanya dokter menggunakan grafik ini jika angka yang di-plot berada di luar dari kurva yg standar. Pertumbuhan seorang anak akan di-plot pada persentil2 tsb. Untuk mempelajari lebih jauh tentang bagaimana membaca atau menginterpretasikan grafik tsb, perhatikan contoh berikut. Seorang bayi yg memiliki lingkar kepala persentil 90th akan di-plot disebelah kanan dari kurva kedua dari atas pada grafik pertumbuhan. Jadi termasuk kurva persentil 90th. Artinya lingkar kepala bayi tsb termasuk >= 90% dari total populasi anak seusianya yang ada di negara tsb. Sedangkan 10% dari populasi anak memiliki ukuran lebih dari itu. Jika berat badan seorg anak berumur 4 tahun berada pada persentil 20th, berarti ia berada pada kurva di antara 10th dan 25th. Ini artinya juga 80% dari anak-anak sebayanya memiliki berat di atas anak tsb, dan 20% lainnya memiliki berat di bawah anak tsb. Kesimpulannya, besar atau rendahnya persentil tidak berarti menunjukkan adanya masalah. Seorang bayi dengan lingkar kepala di persentil 90th dapat memiliki berat badan & tinggi badan di persentil 90th. Ini artinya dia termasuk anak normal yang berperawakan besar. Bisa jadi ia anak dari seorang atlet. Sebaliknya, anak yg memiliki berat badan di persentil 20th bisa jadi memiliki orang tua yang tinggi & beratnya juga di bawah rata-rata. Jadi sangat normal jika sang anak berada pada persentil 20th. Namun demikian, ada juga pola grafik yang naik tajam atau turun drastis atau grafik berada pada kurva paling ekstrim (di luar dari semua kurva). Sebagai contoh, seorang anak memiliki berat badan (BB) di bawah persentil 5th, maka ia dimasukkan dalam kategori underweight (BB kurang). Sedangkan anak dg BB di persentil 85th akan dimasukkan dalam kategori overweight (beresiko obesitas) dan mereka yg memiliki BB di persentil di atas 95th digolongkan dalam obesitas. Terkadang ada juga grafik dengan kurva melebihi persentil 95th atau saling silang antar kurva persentil. Misalkan, awalnya ia berada di kurva persentil 40th kemudian langsung loncat ke persentil 75th. Artinya tanpa melewati persentil 50th dan 75th. Jika hal tsb terjadi, maka perlu diperhatikan penyebab terjadinya kondisi tsb. Di lain pihak, dapat juga terjadi pengukuran atau pola grafik jatuh di bawah persentil 5th atau saling silang antar kurva persentil. Misalkan, turun drastis dari persentil 50th ke 20th. Jika hal itu terjadi, maka dokter akan mengevaluasi kemungkinan adanya gangguan kesehatan yg mempengaruhi pertumbuhan sang anak. Apa yang dapat growth chart jelaskan tentang pertumbuhan anak kita ? Meskipun grafik pertumbuhan (growth chart) adalah alat ukur yg sangat berharga, alangkah baiknya dokter ataupun orang tua tidak terfokus pada angka-angka atau kurva yg terdapat dalam grafik. Sebaliknya, angka-angka tsb seharusnya dilihat sbg sebuah trend. Grafik pertumbuhan dapat juga memberikan kesan yg salah tentang kondisi pertumbuhan anak kita. Contohnya, seorang anak memiliki tinggi badan (TB) di persentil 5th. Bukan berarti ia memiliki masalah kesehatan. Apalagi jika pola grafik atau trend kurvanya menunjukkan bahwa ia memang selalu berada di kurva persentil 5th (sejak bayi hingga kini, sang anak selalu berada dalam kurva persentil 5th). Analisanya, bisa jadi sang anak mendapatkan gen ”pendek” dari sang orang tua yg juga pendek. Jika dokter atau orangtua terpaku pada angka di grafik pertumbuhan (bukan trend grafik pertumbuhan), maka bisa jadi kita akan salah menilai pertumbuhan anak kita. Khawatir terhadap hal yg salah. Ketika grafik pertumbuhan dibaca & dianalisa berulang kali, maka grafik tsb akan mengungkapkan suatu pola pertumbuhan. Pola tersebut akan memberitahukan kita bagaimana pertumbuhan anak kita dibandingkan dengan anak-anak sebayanya. Selain itu, pola tsb juga menunjukkan kepada kita bagaimana progress sang anak dari pengukuran sebelumnya. Grafik pertumbuhan akan sangat bermanfaat jika dilihat sbg pola pertumbuhan anak dibandingkan dengan melihat angka per angka. Updated and reviewed by: Steve Dowshen, MD Date reviewed: March 2002 (Translatted by Lulu – Alyssa’s mom)

Hidung “Meler”

Hidung “Meler” ( dan ingus berwarna hijau atau kuning) Anak anda mengalami hidung “meler. Ini lazim yang dialami selama “common cold” (batuk pilek ringan) dan akan berhenti dengan sendirinya. Berikut fakta seputar batuk pilek ringan & hidung meler. Apakah penyebab hidung meler ? Ketika kuman penyebab colds (virus) menginfeksi hidung dan sinus, hidung akan memproduksi lendir. Lendir ini membersihkan hidung & sinus dari kuman tsb. Setelah 2 atau 3 hari, sel-sel imun tubuh akan membunuh kuman tsb, mengubahnya menjadi lendir berwarna putih atau kuning. Di dalam hidung terdapat bakteri baik. Ia juga ada di dalam lendir. Bakteri ini akan mengubah lendir menjadi berwarna kehijauan. Kondisi ini normal & bukan berarti anak butuh antibiotik. Apa yang harus dilakukan ? ? Perawatan terbaik adalah menunggu & perhatikan kondisi anak. Gangguan hidung, batuk dan gejala lainnya seperti demam, pusing, ngilu pada sendi, semua itu terasa mengganggu. Namun demikian antibiotik TIDAK akan membuatnya lebih cepat sembuh. ? Penggunaan vaporizer (penguapan) atau garam nasal drop membantu anak lebih nyaman saltwater nose drops makes their child feel better. Perlukah antibiotik untuk hidung meler ? Antibiotik dibutuhkan jika dokter mendiagnosis anak terkena sinusitis. Dokter biasanya meresepkan obat atau memberikan tips bagaimana menolong anak dengan gejala “colds” seperti demam dan batuk, tetapi antibiotik TIDAK dibutuhkan untuk mengobati hidung meler Bagaimana jika antibiotik tetap diberikan ? Minum antibiotik saat tidak dibutuhkan adalah BERBAHAYA. Tiap kali kita meminum antibiotik (AB), maka kuman-kuman di hidung & tenggorokan beresiko menjadi resisten. Kuman yang resisten tidak dapat dibunuh oleh antibiotik manapun. Akibatnya jika anak butuh AB, ia butuh AB jenis kuat dan harus dimasukkan lewat jarum suntik. Atau butuh rawat inap di RS karena hal ini. Karena hidung meler akan akan sembuh dengan sendirinya, maka sebaiknya jangan minum AB dan gunakan hanya saat dibutuhkan.