Pede atau Egois?

Pendapat para ahli yang diilhami kenyataan menyimpulkan bahwa rasa percaya diri atau sering diistilahkan dengan ‘pede’ merupakan kualitas personal yang dibutuhkan. Dengan merasa pede berarti kita sudah memulai perjalanan hidup yang berlandaskan pada keunggulan-diri, arah kiblat (direction) yang sudah kita tentukan, fokus hidup yang telah kita pilih, keputusan hidup yang telah kita ambil dan kemudian membuat kita merasa punya hak untuk mendapatkan apa yang benar-benar kita inginkan. Kekuatan pede juga membuat kita yakin bahwa tantangan apapun yang menghadang masih berada dalam kapasitas kita untuk diselesaikan.

Tetapi dalam praktek, kata pede sudah mengalami ‘over-used’ dan tidak jarang didefinisikan secara kabur antara pede yang kita butuhkan dan pede yang seharusnya tidak kita miliki (penyimpangan). Orang sering salah mengalamatkan penilaian antara pede dengan ego-centered (egoisme), menang sendiri atau merasa benar sendiri. Padahal kalau kita telusuri sampai ke akar, perbedaan antara pede yang menyimpang dan pede yang lurus (self confidence) bukan karena persoalan kadar melainkan murni berbeda di tingkat sumber motif. Artinya, baik praktek perilaku, sifat, dan sikap egois bukanlah karena kadar rasa percaya diri yang terlalu kuat melainkan justru karena kurang dari kadar yang dibutuhkan dan akhirnya menyimpang

Motif

Pede yang menyimpang berangkat dari sumber motif berupa perasaan yang merasa kurang (feeling of lack) secara berlebihan (excessive). Ketika orang membangun asumsi dasar tentang dirinya bahwa ia tidak memiliki kemampuan potensial yang cukup untuk diolah menjadi keunggulan guna mengalahkan tantangan atau meraih apa yang benar-benar diinginkan, maka perasaan tersebut pada kadar yang terus dibiarkan akan menggumpal bersama keyakinan bahwa untuk mendapatkan seseuatu tidak ada jalan lain lagi kecuali mengambil dari luar. Keyakinan demikian akan menghasilkan praktek yang bertabrakan dengan kepentingan orang lain yang memiliki keyakinan serupa. Di level internal, keyakinan demikian sering membuat orang merasa tidak punya alasan untuk menghargai dirinya secara positif, misalnya saja munculnya perasaan Self-laziness atau “The I cannot attitude”.

Pede yang yang menyimpang (cth: ego-centered, dll) juga berangkat dari sumber perasaan yang merasa takut secara berlebihan (feeling of fear). Asumsi personal yang sering dipakai adalah ketika kita mulai merasa bahwa sumber keamanan (penyelesaian masalah) berada di luar diri dan sangat terbatas jumlahnya sehingga sedikit saja tersenggol oleh kepentingan atau keinginan orang lain akan membuat kita merasa sulit memaafkan orang tersebut seumur hidup. Kita menjadi cepat tersinggung dengan letupan amarah yang tidak terkontrol. Rasa takut yang negatif juga sering membuat pagar mental berupa ketakutan menghadapi tantangan yang merupakan risiko hidup. Kedua perasaan itulah yang kemudian menghasilkan kesimpulan rasa rendah diri (inferioritas) yang bisa ditampilkan dalam bentuk perilaku, sifat, atau sikap secara aggressive atau submissive.

Orang yang pede dalam arti ‘self confidence’ bukanlah orang yang tidak memiliki rasa takut atau rasa kurang tetapi ia memiliki kemampuan bagaimana menguasainya (self mastery) agar tetap berada dalam norma kadar yang bisa dikendalikan. Asumsi dasar yang digunakan berangkat dari perasaan memiliki kemampuan (self-sufficient) untuk mengatasi tantangan dan merealisasikan apa yang diinginkan. Rasa Percaya diri seperti inilah yang sebenarnya kita butuhkan. Bedanya lagi, pede yang terakhir adalah murni berupa pencapaian kualitas hidup yang diraih seseorang melalui proses usaha, sementara pede yang menyimpang bisa kita katakan sebagai limbah yang berarti untuk mencapainya tidak diperlukan proses atau usaha pun.

Kompas

Di dalam diri kita sebenarnya sudah diciptakan kompas (patokan) yang dapat membedakan antara pede yang meyimpang dan pede yang benar-benar kita butuhkan, yaitu:

  1. Perasaan (Emotional)

  2. Hati (Spiritual)

  3. Akal (Intellectual)

Ketiga kompas di atas adalah anugerah (kemampuan potensial). Agar bisa bekerja membantu kita dibutuhkan syarat yaitu menciptakan usaha untuk mencerdaskannya secara terusmenerus.

Perasaan adalah perangkat internal untuk merasakan impuls atau stimuli (godaan & tawaran) yang dapat membedakan bad dan good. Perasaan tidak memiliki mata tetapi lebih banyak memiliki telinga, ‘pendengaran’ sehingga ketika sensitivitasnya tajam (dicerdaskan) akan membuat orang langsung bisa merasakan mana pede yang good (confidence) di antara pede yang bad (egoism) meskipun tidak kelihatan.

Hati berfungsi untuk memaknai kebenaran hukum alam yang sudah diformalkan atau yang belum. Meskipun manusia bisa meng-elaborasi kebenaran menjadi sekian bentuk sesuai kepentingan masing-masing, tetapi hatilah yang akan berbicara dengan ‘suara hati kecil’. Dilihat dari sebutannya saja sudah bisa ditebak mengapa kita jarang mendengarkannya. Sudah lokasinya di dalam, bentuknya kecil selain itu suaranya pun kecil. Kalau tidak dicerdaskan akan membuat telinga kita (perasaan) sulit mendengarkan suara hati apalagi penglihatan.

Akal berfungsi untuk menalar antara materi yang tepat (correct) dan yang tidak tepat (incorrect). Akal memiliki banyak penglihatan sehingga dikatakan ‘the window’, pintu exit-permit yang bisa menyumbangkan muatan perasaan atau keyakinan. Patut diakui di antara penyebab penyimpangan adalah adanya pengetahuan oleh akal yang tidak bisa menghasilkan pemahaman personal secara definitive antara rasa percaya diri dan egoisme. Pengetahuan yang rancau, abstrak, dan berada pada level umum sulit mendorong kita pada keputusan hidup yang definitif. Walhasil kita berperilaku egois karena egois yang kita pahami adalah egois dalam pengertian rasa percaya diri menurut kita.

Ketiga kompas internal di atas dapat bekerja secara proporsional (saling mendukung-melengkapi) apabila usaha yang kita jalankan dalam rangka mencerdaskan tidak terjadi anak-emas dan anak tiri atau anak yatim. Pengalaman mengajarkan, perlakuan dikotomis atas kompas internal di atas melahirkan sifat, watak dan perilaku yang kontradiktif dan pincang. Ada orang yang sebagian waktunya digunakan berada di tempat ibadah dengan khusuk tetapi giliran punya persoalan air dengan tetangga perasaannya tidak berfungsi secara proporsional.

Beberapa Saran

Penyimpangan adalah persoalan manusiawi dan normal tetapi yang sering bikin abnormal adalah kebablasan yang berkelanjutan dan tidak kita perbaiki. Beberapa materi pembelajaran berikut dapat kita jadikan acuan untuk mempertebal rasa percaya diri agar tidak menyimpang ke praktek yang tidak diinginkan:

1.

Kebiasaan

Memiliki kebiasaan untuk mencerdaskan pikiran, perasaan, dan hati adalah kebutuhan mutlak. Tanpa dicerdaskan tidak berarti stabil sebab impuls dan stimuli dunia terus berubah di mana kalau kita tidak diiringi dengan perubahan diri akan mudah terjebak. Pikiran yang dicerdaskan dengan pengetahuan akan memperbaiki sudut pandang yang akan menjadi sumber rasa percaya diri. Perasaan yang dicerdaskan akan memperbaiki pemahaman ‘merasakan’ apa yang terjadi pada diri sendiri, orang lain dan dunia (wilayah kita). Hati yang dicerdaskan dengan kebiasaan memaknai akan mempertebal keyakinan bahwa semua yang kita lakukan baik atau buruk, kecil atau besar pada akhirnya akan mendapat balasan.

2.

Kekuatan

Rasa percaya diri identik dengan kekuatan pribadi (personal power) yang bisa kita bangun dengan menggunakan dua jurus yaitu menyerang dan mempertahankan. Untuk mempertebal rasa percaya diri, jurus menyerang harus kita gunakan untuk melawan kecenderungan internal yang menawarkan godaan untuk menyimpang sementara jurus mempertahankan kita gunakan untuk memperkuat pertahanan dari serangan luar. Penggunaan yang salah dengan membalik fungsi akan memperlemah personal power yang berarti dapat memperlemah rasa percaya diri.

3.

Komitmen

Memiliki komitmen untuk merealisasikan gagasan ke tindakan secara sirkulatif bisa mempertebal rasa percaya diri dengan syarat sampai mendapat apa yang disebut ‘the moment of truth’ atau sampai benar-benar berhasil. Apa yang sering menjadi persoalan adalah kita sering menggunakan ideology ‘mencoba’ tanpa komitmen sampai berhasil. Ideologi demikian sulit diharapkan bisa mempertebal rasa percaya diri. Bahkan kalau sering gagal lalu kita tinggalkan dengan mengganti yang lain dan akhirnya gagal juga malah akan membuat kita ragu-ragu.

Sekelumit penjelasan di atas hanyalah mewakili dari sekian tampilan monitor sikap, perilaku dan sifat yang awalnya dibedakan pada tingkat sumber motif di dalam. Tidak kelihatan, kecil, dan sering kita anggap tidak membahayakan bagi diri kita apalagi orang lain. Meskipun demikian, Tuhan telah memberikan perangkat yang bisa membenahi sebelum akhirnya tampil di monitor. Di luar ketiga perangkat yang sudah ada, terdapat satu perangkat yang inti, yaitu kemauan. Semoga berguna. (jp)

PERUBAHAN PERILAKU PADA IBU HAMIL

PERUBAHAN PERILAKU PADA IBU HAMIL
Setiap ibu yang mengalami kehamilan pasti ada perubahan perilaku pada si ibu ini semua di perngaruhi oleh perubahan hormonal.
Saat memutuskan untuk hamil suami dan istri harus benar-benar siap dengan segala perubahan yang akan terjadi nanti pada si ibu baik perubahan fisik dan perilaku, agar suami maupun istri siap menghadapinya. Jangan sampai perubahan ini membuat pasangan jadi tidak harmonis.

CENDERUNG MALAS
Para suami perlu memahami bahwa kemalasan ini bukan timbul begitu saja, melainkan
pengaruh perubahan hormonal yang sedang dialami istrinya. “Jadi tidak ada salahnya
bila suami menggantikan peran istri untuk beberapa waktu. Misalnya dengan
menggantikannya membereskan tempat tidur, membuat kopi sendiri.

LEBIH SENSITIF
Biasanya, wanita yang hamil juga berubah jadi lebih sensitif. Sedikit-sedikit
tersinggung lalu marah. apa pun perilaku ibu hamil yang dianggap kurang
menyenangngkan, hadapi saja dengan santai. Ingatlah bahwa dampak perubahan psikis ini
nantinya bakal hilang. Bukan apa-apa, bila suami membalas kembali dengan kemarahan,
bisa-bisa istri semakin tertekan sehingga mempengaruhi pertumbuhan janinnya.

MINTA PERHATIAN LEBIH
Perilaku lain yang kerap “mengganggu” adalah istri tiba-tiba lebih manja dan selalu
ingin diperhatikan. Meskipun baru pulang kerja dan sangat letih, usahakan untuk
menanyakan keadaannya saat itu. Perhatian yang diberikan suami, walau sedikit, bisa
memicu tumbuhnya rasa aman yang baik untuk pertumbuhan janin. Demikian pula ketika
istri merasakan pegal-pegal dan linu pada tubuhnya. Istri sering meminta suami untuk
mengusap tubuhnya. Sebaiknya lakukan sambil memberikan perhatian dengan mengatakan
bahwa hal ini memang sering dialami wanita yang sedang hamil dan diperlukan kesabaran
untuk menghadapinya.

GAMPANG CEMBURU
Tak jarang, sifat cemburu istri terhadap suami pun muncul tanpa alasan. Pulang telat
sedikit saja, istri akan menanyakan hal macam-macam. Mungkin, selain perubahan
hormonal, istri pun mulai tidak percaya diri dengan penampilan fisiknya. Ia takut bila
suaminya pergi dengan wanita lain. Untuk menenangkannya, suami perlu menjelaskan
dengan bijaksana bahwa keterlambatannya dikarenakan hal-hal yang memang sangat penting
dan bukan karena perselingkuhan. Bila perlu, ceritakan dengan terperinci aktivitas.

AKIBAT HORMON PROGESTERON
Perubahan perilaku pada ibu hamil merupakan hal wajar karena produksi
hormon progesteronnya sedang tinggi. Hal inilah yang mempengaruhi banyak hal, termasuk
psikis ibu. Perubahan hormon yang terjadi pada ibu hamil sebenarnya sama persis
dengan perubahan hormon pada wanita yang sedang mengalami siklus haid,
perubahan hormon yang terjadi tidak selamanya akan mempengaruhi psikis ibu
hamil. Ada juga yang perilakunya tidak berubah. Hal ini, disebabkan
kerentanan psikis setiap orang yang berbeda-beda. Nah, daya tahan psikis dipengaruhi
oleh kepribadian, pola asuh sewaktu kecil, atau kemauan ibu untuk belajar menyesuaikan
diri dengan perubahan tersebut.
Biasanya ibu yang menerima
atau bahkan sangat mengharapkan kehamilan akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan
berbagai perubahan. Secara fisik dan psikis, mereka lebih siap.
Berbeda dari ibu yang tidak siap, umpamanya karena kehamilannya tidak diinginkan,
umumnya merasakan hal-hal yang lebih berat. Begitu pula dengan ibu yang sangat
memperhatikan estetika tubuh. Dia akan merasa terganggu dengan perubahan fisik yang
terjadi selama kehamilan. Seringkali ibu sangat gusar dengan perutnya yang semakin
gendut, pinggul lebih besar, payudara membesar, rambut menjadi kusam, dan sebagainya.
Tentu hal ini akan semakin membuat psikis ibu menjadi tidak stabil.
Perubahan psikis umumnya lebih terasa di trimester pertama kehamilan. Kala itu pula,
ibu masih harus menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan hormon yang terjadi. Lalu
berangsur hilang di trimester kedua dan ketiga karena ibu sudah bisa menyesuaikan
dirinya.

WASPADAI PERUBAHAN BERLEBIHAN
Perubahan perilaku pada ibu hamil, jika kadarnya masih normal, tidak akan mengganggu
proses tumbuh kembang janin. Namun, ada batasan yang mesti
diwaspadai, yakni saat perilaku ibu sudah “keterlaluan”. Kriteria keterlaluan memang
terkesan rancu, tapi yang pasti waspadai jika ibu terlihat dilanda kecemasan berlebih
atau stres sehingga perilakunya bisa “membahayakan” janin. Misalnya, kemalasan ibu
sampai membuatnya masa bodoh dengan kehamilannya. Atau kemarahan yang terjadi sudah
sering berubah menjadi amukan.
kondisi psikis yang terganggu akan berdampak buruk pada aktivitas
fisiologis dalam diri ibu. Umpamanya, suasana hati yang kelam dan emosi yang
meledak-ledak dapat mempengaruhi detak jantung, tekanan darah, produksi adrenalin,
aktivitas kelenjar keringat dan sekresi asam lambung. Di samping itu, dapat pula
memunculkan gejala fisik seperti letih, lesu, gelisah, pening, dan mual. Semua dampak
ini akhirnya akan merugikan pertumbuhan janin karena si kecil sudah dapat merasakan
dan menunjukkan reaksi terhadap stimulasi yang berasal dari luar dirinya. Apalagi masa
trimester pertama merupakan masa kritis menyangkut pembentukan organ tubuh janin.
Oleh karena itu, walaupun sifat pemalas, pemarah, sensitif, dan manja wajar muncul di
masa hamil, Banyak hal yang bisa
dilakukan. Jika perubahan ini ditanggapi secara positif, baik ibu maupun janin akan
lebih sehat kondisinya. Inilah hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi
kemungkinan munculnya dampak psikis yang negative.

1. Menyimak Informasi Seputar kehamilan
Berbagai informasi mengenai kehamilan bisa didapat dari buku, majalah, koran, tabloid,
atau situs kehamilan di internet. Dengan mengetahui akar masalah yang terjadi maka ibu
bisa lebih tenang menghadapi kehamilan. Ibu pun jadi tahu mana yang boleh dan mana
yang tidak boleh dilakukan. Sebaliknya, jika tidak berusaha mencari tahu terhadap
perubahan pada dirinya, tak mustahil akan timbul berbagai perasaan yang mungkin saja
sangat mengganggu kondisi psikis.

2. Kontrol Teratur
Kontrol bisa dilakukan pada dokter kandungan atau bidan. Saat konsultasi, ibu bisa
menanyakan tentang perubahan psikis yang dialami. Biasanya, bila ibu perlu penanganan
lebih serius, dokter atau bidan akan menganjurkan ibu untuk menemui psikolog atau
psikiater yang dapat membantu kestabilan emosi.

3. Perhatian Suami
Perhatian yang diberikan oleh suami bisa membangun kestabilan emosi ibu. Misalnya, ibu
bisa saja meminta suami untuk menemaninya berkonsultasi ke dokter atau bidan agar
merasa lebih nyaman karena ada perhatian dari pasangan.

4. Jalin Komunikasi
Jangan pernah menutupi perubahan psikis yang terjadi, tetapi komunikasikanlah hal itu
kepada suami. Dengan begitu diharapkan suami bisa berempati dan mampu memberi dukungan
psikologis yang dibutuhkan. Dukungan dari lingkungan, terutama suami, sangat
berpengaruh terhadap kestabilan emosi ibu hamil. Sebaliknya, perasaan ibu hamil yang
dipendam sendiri tidak akan membawa perubahan. Suami tetap tidak acuh dan masalah ibu
jadi berkepanjangan.

5. Beraktivitas
Sangat dianjurkan agar ibu mencari aktivitas apa pun yang dapat meredakan gejolak
perubahan psikis. Bisa dengan menjahit, melukis, bermain musik, atau apa pun. Umumnya,
ibu yang aktif di luar rumah bisa mengatasi berbagai perubahan psikisnya tersebut
dengan lebih baik.

6. Perhatikan Kesehatan
Tubuh yang sehat akan lebih kuat menghadapi berbagai perubahan, termasuk perubahan
psikis. Kondisi ini bisa terwujud dengan berolahraga ringan dan memperhatikan asupan
gizi. Hindari mengonsumsi makanan yang dapat membahayakan janin, seperti makanan yang
mengandung zat-zat aditif, alkohol, rokok, atau obat-obatan yang tidak dianjurkan bagi
kehamilan.

7. Relaksasi
Bila ingin mendapatkan perasaan yang lebih relaks, ibu bisa mengatasinya dengan
mendengarkan musik lembut, belajar memusatkan perhatian sambil mengatur napas, senam
yoga, dan bentuk relaksasi lainnya.

PRIA JUGA BISA MENOPAUSE, LO!

PRIA JUGA BISA MENOPAUSE, LO!

Siapa bilang cuma wanita yang mengalami menopause? Pria juga bisa.Namanya Andropause.

Istilah andropause pada pria, ungkap dr. Tribowo Hasmoro, Sp.And.,memang memiliki banyak kemiripan dengan menopause yang dialami wanita. Hanya saja,masalah seputar andropause yang ramai dibicarakan 3 tahun belakangan ini, masih kontroversial. “Kapan terjadinya dan apa saja tanda/gejalanya, tidak sepasti menopause.”

Pada wanita,lanjut Tribowo, menopause berarti berhenti haid karena ovulasi tak terjadi lagi akibat habisnya persediaan sel telur. Nah, pada pria, andropause tak identik dengan berhentinya produksi sperma. Sebab, secara fisik, sampai usia tua pun, sperma masih akan tetap diproduksi.

GAMPANG MARAH

Istilah andropause sendiri, terang ahli andrologi yang berpraktek di RS Hermina, Jatinegara,digunakan untuk menggambarkan kondisi pria tengah baya yang mempunyai kumpulan gejala dan keluhan mirip dengan menopause pada wanita. Meski tak identik dengan berhentinya produksi sperma, keluhan fisik dan psikis yang muncul memiliki banyak kesamaan. Misalnya, rambut rontok, kulit kering dan keriput hingga tampak tua, tekanan darah dan kadar kolesterol meningkat, organ-organ tubuh seperti ginjal dan hati mengalami pengecilan, muncul gangguan osteoporosis, serta melemahnya kemampuan imunitas atau daya tahan tubuh.

Akibatnya, yang bersangkutan biasanya jadi cepat letih dan lesu lantaran berkurangnya kekuatan tubuh. Belum lagi, kemampuan metabolisme tubuh pun mengalami penurunan hingga gampang terjadi penumpukan lemak dan rentan terhadap berbagai gangguan penyakit. Misalnya saja jadi gampang terkena serangan jantung, kanker, danpenyakit lain. “Kemampuan mental yang bersangkutan pun umumnya menurun. Jadi mudah marah, cepat lupa, kehilangan antusiasme/gairah hidup, kurang percaya diri,cemas berlebih hingga susah tidur, bahkan depresi.”

Ciri lain adalah perubahan tingkah laku, semisal cenderung ingin tampil muda. Atau malah cenderung ingin membuktikan dirinya tak mengalami gangguan seksual dengan mengobral cinta. Sementara mereka yang sejak semula memang senang bersolek dan bergaya trendy belum tentu terkena andropause. Tak heran bila mereka terdorong mengkonsumsi suplemen tertentu yang diyakini sebagai obat kuat untuk memulihkan vitalitas dan kejantanannya. “Padahal, vitalitas yang menurun karena memburuknya derajat kesehatan,tidak identik dengan andropause.”

Hanya saja, tutur Tribowo, kecenderungan-kecenderungan tersebut masih disangsikan, apakah sebagai ciri khas andropause atau memang sifat individu yang bersangkutan. Kehilangan kepercayaan diri, contohnya, belum tentu lantaran andropause. Sekalipun dulu ia terbiasa menjadi pengambil keputusan, misalnya, kini jadi peragu.Bisa saja sikap ragu-ragunya itu merupakan cermin sikapnya yang lebih bijaksana.Begitu juga dengan kepikunan, belum tentu karena andropause. “Kan, banyak faktor pemicunya. Semisal aliran darah ke otak yang berkurang karena adanya gangguan/penyakit pada pembuluh darah, seperti sklereosis atau antesklereosis.”

TANPA BATASAN USIA

Dari sekian banyak keluhan, ungkap Tribowo, yang kerap mendorong individu datang berobat adalah menurunnya gairah seksual. “Padahal, keluhan yang satu ini, kan, belum tentu akibat andropause.” Bisa saja karena menurunnya daya sensitivitas terhadap rangsangan atau beban psikis semisal konflik dengan istri atau ada masalah di tempat kerja. Toh, menurunnya gairah seksual juga tak berarti tak bisa melakukan hubungan intim.

Selain itu, tegas Tribowo, tak ada batasan yang pasti soal usia.Artinya, usia fisik seseorang memang tak bisa dijadikan patokan. Meski diperkirakan andropause terjadi antara usia 40-60 tahun, bisa saja datang lebih dini atau justru lebih lambat dari perkiraan umur tersebut. “Tak sedikit, kan, pria di atas 70 tahun tapimasih tinggi gairah seksualnya dan tetap berpeluang besar punya anak?”

Sebaliknya, ada pria yang masih berusia 40 tahun atau lebih muda, namun gairah seksualnya sudah sedemikian menurun. Padahal,kondisi fisiknya secara keseluruhan belum mengalami proses penuaan yang berarti. “Nah, yang seperti ini,bisa disejajarkan dengan menopause prekoks atau menopause dini.”

Turunnya gairah seks dan munculnya gejala-gejala seperti disebut di atas,belum tentu menjelaskanyang bersangkutan mengalami andropause. Yang menjadi penentu andropause, terang Tribowo, adalah tingkat penurunan kadar hormon-hormon tubuh, terutama testosteron. “Menurunnya kadar-kadar hormon ini bukan melulu pertanda datangnya andropause. Bisa saja karena proses penuaan. Jadi, memang agak sulit menentukan apakah andropause merupakan proses tersendiri atau akibat yang mengikuti proses penuaan tubuh.”

PROSES FISIOLOGIS

Proses penuaan itu sendiri, ungkapTribowo,bersifat multikompleks. Artinya, bertambahnya usia akan menurunkan fungsi sel-sel secara keseluruhan, juga jaringan maupun organ-organ tubuh. Memang, adafaktor-faktor tertentu yang diduga mempercepat proses penuaan tersebut seperti penyakit metabolik atau penyakit tertentu yang berkaitan dengan fungsi-fungsi hormon dalam metabolisme tubuh, seperti diabetes, hipertensi, dan kelainan hati. Begitu juga lingkungan polutif dan pola hidup yang penuh dengan stres merupakan faktor pemicu.

Sama halnya dengan menopause yang bukan merupakan akibat langsung dari penyakit tertentu, andropause punterjadi karena proses fisiologis itu sendiri. Jadi, tubuh tak lagi menghasilkan hormon yang cukup memadai bagi sel-sel normal untuk menjalankan fungsinya. Alhasil,organ-organ yang berkaitan dengan fungsi androgen,tak mampu menjalankan fungsi dengan semestinya.

Penyebab utamanya, kemungkinankarena ada kerusakan DNA dari sel-sel tubuh. Menurut Tribowo,DNA memiliki kemampuan untuk merusak maupun memperbaiki diri sendiri, yang berbeda pada tiap orang akibat adanya faktor genetis/keturunan. Itu juga sebabnya ada wanita yangmenopause di usia 45 tahun, tapi ada pula yang lebih tua bahkan lebih muda dari 45 tahun.

Yang jelas, lanjutnya,sejauh ini belum ada data pasti mengenai populasi penderita andropause di Indonesia maupun di mancanegara. Begitu juga dengan penelitian tentang faktor pemicu dan kelompok mana saja yang berpeluang besar mengalami andropause.

TERAPI HORMON

Kepada mereka yang datang dengan keluhan yang mengarah ke andropause, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan laboratorium sebelum menentukan terapi.Dari pemeriksaan laboratorium akan diketahui, hormon apa saja yang mengalami penurunan. Apakah itu hormon gonadotropin, somatotropin, melantonin, insulin, hormon pertumbuhan atau testosteron. Akan dilihat pula berapa kadar penurunan hormon-hormon tersebut. Nah, dari situlah dokter bisa menilai, perlu-tidaknya terapi.

“Pemeriksaan ini amat perlu. Soalnya,ada pria yang range-hormonnya masih tergolong normal, yakni antara 300-1.700 nanogram, tapi sudah mengeluh macam-macam. Sebaliknya, ada pula yang kadar testosteronnya sudah drop, toh masih bisa menikmati kehidupan seksualnya dengan baik.” Tapi angka-angka tadi tak bisa dijadikan patokan apakah yang bersangkutan mengalami andropause atau tidak,mengingat sifatnya yang amat individual. Oleh sebab itu, pengobatan akan didahului dengan terapi psikologis. Apalagi bila ternyata hormon testosteron maupun hormon-hormon lain tak mengalami penurunan berarti. Untuk itu diperlukan koordinasi antara androlog yang menangani dengan psikolog atau psikiater.

Bila terbukti ada hormon tertentu yang mengalami penurunan, pasien diberi terapi hormon lewat tablet atau injeksi intramuskular. Tambahan hormon ini biasanya akan bertahan selama dua minggu. Setelah kurun waktu tersebut, konsentrasinya akan turun dan perlu injeksi baru. Begitu seterusnya. Selanjutnya, tiap bulan dokter akan mengecek apakah kadar hormon sudah atau belum mengalami peningkatan. Jika sudah, pemberian hormon dihentikan untuk jangka waktu tertentu, “Tergantung respons pasien. Ini penting karena hormon yang diberikan punya dampak yang tak bisa dianggap sepele.Yakni pembesaran prostat yang bisa mengarah ke kanker prostat.”

Terapi yang diberikan, lanjutnya, lebih ditujukan agar proses penuaan/kerusakan sel-sel tubuh tidak semakin memburuk. “Memperbaiki jelas tidak mungkin, dong. Siapa, sih,yang bisa menahan proses penuaan yang memang bersifat alami?”

Toh, sebetulnya andropausetak perlu kelewat dikhawatirkan lantaran tak menyebabkan gangguan apa pun yang spesifik. “Selama sperma masih diproduksi dan inividu yang bersangkutan tak mengalami gangguan ereksi, enggak masalah, kan?”

menyusui di tempat Umum

Berbeda dengan sangkaan kebanyakan orang, menyusui di tempat umum sebenarnya tidak akan menampilkan payudara anda samasekali. Kok bisa? Sebab, badan dan kepala bayi anda akan menutupi bagian badan yang terbuka. Yang kelihatan di mata orang awam adalah seperti anda sedang menggendong bayi di pangkuan saja. Kebanyakan orang tidak tahu saya sedang menyusui, padahal orang tersebut duduk kurang dari dua meter di depan saya.

Step-by-step yang saya lakukan adalah:

  • Letakkan bayi dalam posisi menggendong
  • Angkat baju dari bawah (pinggang/perut) seminimal mungkin menggunakan tangan yang bebas. Tidak perlu melepas semua kancing atau membuka seluruh baju
  • Sementara satu tangan menggendong bayi, tangan yang bebas masukkan ke dalam baju untuk menurunkan BH untuk mengeluarkan puting. Jika menggunakan BH menyusui tinggal dilepas saja “pintu” BH-nya, sementara jika menggunakan BH biasa akan lebih mudah untuk menarik cawan (cup) BH ke bawah daripada ke atas. Tidak perlu melepas BH dari kait utamanya.
  • Bungkukkan badan anda sedikit ke depan supaya payudara anda tidak terlihat dan tertutupi oleh badan / kepala bayi
  • Sorongkan puting ke mulut bayi, dan sudah selesai, anda bisa kembali ke postur duduk biasa.
  • Kalau bayi anda melepas hisapan, cukup bungkukkan badan anda dan tutupi payudara dengan sedikit kain baju.

Memang perlu latihan, tetapi semakin sering dilakukan anda akan semakin berpengalaman. Yang sulit adalah menurunkan cawan BH itu dan menyorongkan puting ke bayi. Pada awal-awal bayi baru lahir, memang sulit karena masih kaku, sehingga kalau saya dulu kadang di kamar saja tanpa mengenakan BH. Tapi, males kan kalau menyusui harus di kamar melulu? Jadinya pelan-pelan saya latihan di rumah, dan setelah lumayan bisa, saya pergi dulu ke tempat umum yang agak sepi (misalnya Kebun Raya Singapura, banyak tempat tersembunyi). Setelah lebih ahli saya jadi lebih berani untuk menyusui di tempat yang banyak orang. Bahkan di meja restoran saat sedang makan dengan teman-teman pun berhasil dilakukan tanpa harus pindah ke tempat tersembunyi. Intinya adalah, makin sering anda menyusui, makin ahlilah anda!

Berikut adalah tips dari pengalaman saya bagaimana supaya menyusui di depan umum tanpa memperlihatkan bagian tubuh

  • Pakailah baju yang agak longgar dan model kainnya jatuh. Kaos bisa juga, tapi jangan terlalu ketat.
  • Jangan pakai baju yang menerus seperti rok terusan sebab anda akan perlu menarik baju tersebut dari bawah
  • Kalau anda memakai jilbab panjang lebih gampang lagi menutupi menyusui dengan ujung jilbab anda
  • Kalau anda masih juga was-was, anda bisa bawa selendang atau pashmina yang bisa dikenakan dalam keadaan darurat.

Pengaruh musik klasik pada janin

aat seorang anak menjadi bodoh, nakal, pemarah, atau bermasalah, maka orang tua menyalahkan guru, pergaulan di sekolah, dan lingkungannya. Guru, interaksi sosial di sekolah dan lingkungan sekitarnya hanyaberperan dalamproses perkembangan anak, sedangkan seorang anak menjadi bodoh, nakal, atau pemarah sangat ditentukan dari bagaimana orang tua memberikan awal kehidupan si anak tersebut. Seorang anak dapat dididik dan dirangsang kecerdasannya sejak masih dalam kandungan. Sejak masih janin, orang tua dapat melihat perkembangan kecerdasan anaknya. Oleh karenanya orang tua hams memperhatikan beberapa aspek, antara lain terpenuhinyakebutuhan biomedis, kasih sayang, dan stimulasi. Mendengarkan musik klasik ketika sedang mengandung dipercaya mampu membantu agar kelak bayi menjadi lebih cerdas. Para dokter percaya bahwa musik klasik merupakan cara terbaik untuk menjaga kesehatan janin dan dapat merangsang otak sehingga menimbulkan gerakan motorik tertentu pada janin dan bayi yang baru lahir. Ketukan musik juga mempunyai efek kepandaian anak dalam matematika, hal ini diperkuat oleh penelitian dokter Alfred Tomatis ahli psikolog dan pendidikan dari Perancis. Musik memberikan rangsangan terhadap jalinan antara neuron-neuron otak, sehingga neuron yang berkaitan dapat meningkatkan kemampuan aspek kognitif dan kecerdasan emosi, merangsang pikiran, memperbaiki konsentrasi dan ingatan. Seorang anak yang memperoleh stimulasi musik klasik sejak dalam kandungan maka terjadi stimulus seimbang belahan otak kiri dan otak kanan sehingga terdapat keseimbangan antara aspek kognitif dan aspek emosi.

download materi

WANITA DALAM BERBAGAI MASA KEHIDUPAN

Setelah lahir , kehidupan wanita dibagi dalam beberapa masa yaitu :
-Masa Bayi
-Masa kanak – kanak
-Masa Pubertas
-Masa Reproduksi
-Masa Klimakterium
-Masa Senium

Masing-masing masa mempunyai kekhususan krn ggn pd setiap masa tsb mempunyai kekhasan.

#####

Masa Bayi

– Pd waktu bayi lahir cukup bulan , pembentukan genetelia interna sudah selesai
– Jlh follikel primordial dlm kedua ovarium tlh lengkap yaitu 750000 butir dan tidak bertambah lagi.
– Pd mgg I & II kehidupan didunia luar masih mengalami pengaruh Estrogen, wkt hamil tubuh janin –> plasenta , krn itu uterus baru lahir agak lebih besar daripada anak kecil
– Estrogen menimbulkan pembengkakan payudara pada bayi wanita maupun laki-laki selama 10 hari
– kdg-kdg disertai sekresi cairan seperti air susu
– 10 – 15 % bayi wanita dpt timbul perdarahan pervaginam dlm mgg pertama
– pd wkt lahir perbandingan servik dan korpus uteri 1 ; 1 krn hipertrofi korpus akibat pengaruh hormon estrogen
– setelah pengaruh estrogen hilang perbandingan menjadi 2 ; 1
– pd pubertas dgn pengaruh estrogen yg dihasilkan sendiri 1 ; 2

#####

Masa Kanak – Kanak

– Yg khas ialah perangsangan oleh hormon kelamin sangat kecil krn kadar estrogen & hormon gonadotropin menurun
– Alat-alat genetalia dlm masa ini tdk memperlihatkan pertumbuhan yg berarti sampai pubertas
– Pengaruh Hipofisis tu terlihat dalam pertumbuhan badan

Gangguan masa kanak-kanak

– Aglutinasi labia minora mungkin sdh terjadi pd masa bayi tetapi seringkali baru ditemukan pd masa kanak-kanak:
-labium minus kanan melekat pd labium minus kiri
-sulit kencing
– Terapi dgn sonde , 2 bibir yg melekat dpt dipisahkan ? bekas perlengketan diberi salep yg mengandung estrogen

#####

Masa Pubertas

– Merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa
– Dapat dikatakan awal berfungsinya Ovarium
– Pubertas berakhir pd saat ovarium sdh berfungsi dgn mantap dan teratur
– secara klinis :
– timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder
– wanita umur 8 – 14 thn dan berlangsung  ±  selama 4 tahun
– Awal pubertas dipengaruhi oleh bangsa, iklim, gizi, dan kebudayaan
– kejadian yg penting : pertumbuhan badan yg cepat, timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder, menarche, dan perubahan psikis
– penyebab primer mulainya pubertas belum diketahui
– yg dik ialah ovarium mulai berfungsi dibwh pengaruh hormon Gonadotropin dr Hifofisis yg dikeluarkan atas pengaruh releasing faktor dr Hiphothalamus
– dlm ovarium folikel mulai tumbuh dan walaupun folikel-folikel tdk sampai menjadi matang krn sebelumnya mengalami atresia namun folikel-folikel tsb sdh sanggup mengeluarkan estrogen

Gangguan Dalam Masa Pubertas

Pubertas Dini ( Pubertas Prekoks )
– Hormon Gonadotropin diproduksi sblm anak berumur 8 thn, hormon ini merangsang ovarium, sehingga ciri-ciri kelamin sekunder timbul, menarche dan kemampuan reproduksi terdapat sebelum waktunya
– Pubertas dini kalau ciri-ciri sekunder timbul sebelum umur 8 thn atau kalau sdh ada haid sblm umur 10 thn
– dlm kepustakaan dikabarkan ada anak berumur 5thn 8 bln –> melahirkan bayi
– pengobatan dpt dicoba dgn pemberiaan MPA ( Medroksi Progesteron Acetat ) 100 mg IM tiap 14 hr –> utk mencegah haid

Pubertas Tarda
– Pubertas terlambat jika gejala-gejala pubertas baru datang antara umur 14 – 16 tahun
– Disebabkan oleh faktor :Herediter, Ggn kesehatan, Kekurangan gizi

Perdarahan Dalam Masa Pubertas
– Perdarahan banyak pd wanita usia 12 – 20 thn disebut Perdarahan Juvenil ( Juvenile Bleeding )
– terapi konservatif medikamentosa, mis : Progesteron spti Norethisteron (Primolut N) 3 X 5 mg per hari atau Norethinodrel ( 2 X 10 mg / hr )
– obat terus diberikan utk 3 mgg, biarpun perdarahan sudah berhenti
– jika pengobatan medikamentosa tdk menolong dan perdarahan banyak terpaksa dilakukan kuretase

#####

Masa Reproduksi

– Masa yg penting bagi wanita dan berlangsung ± 33 thn
– terjadi ovulasi ± 450 kali, berdarah selama 1800 hr

#####

Klimakterium dan Menapause

Pengertian klimakterium, menapause, dan senium berbeda-beda

Definisi :
1. Klimakterium (bahasa Yunani = tangga) merupakan masa peralihan antara masa reproduksi & masa senium
2. Menapause adalah haid terakhir atau saat terjadinya     haid terakhir
Bgn klimakterium sblm menapause disebut pramenapause dan sesudah disebut pascamenapause
3. Senium adalah masa sesudah pascamenapause ketika tercapai keseimbangan baru dalam kehidupan wanita, sehingga tdk ada lagi ggn vegetatif maupun psikis

Klimakterium

– bukan suatu keadaan patologik melainkan suatu masa peralihan yg normal, berlangsung bbrp tahun sebelum dan ssdh menapause
– sulit menentukan awal dan akhir klimakterium, mulai ± 6 thn sblm menapause berdasarkan keadaan endokrinologi ( kadar estrogen menurun dan hormon gonadotropin meningkat ) dan ada gejala klinis
-Klimakterium berakhir ± 6 – 7 thn sesudah menapause, pada saat ini kadar estrogen menurun= senium
– dgn demikian lamanya klimakterium ± 13 thn
– dasarnya klimakterium disebabkan kurang bereaksinya ovarium thdp rangsangan hormon krn ovarium menjadi tua
– proses menjadi tua sesudah umur 40 thn , siklus haid 25 % tdk disertai ovulasi jadi bersifat Anovulatoar
– penurunan produksi estrogen dan kenaikan hormon gonadotropin
– pd wanita ini terjadi perubahan-perubahan tertentu dpt menimbulkan ggn ringan atau berat
– terjadi atropi alat-alat genital dimana ovarium menjadi kecil dari berat 10 – 12 gr pd wanita dlm masa reproduktif, menjadi 4 gr
– uterus juga lambat laun mengecil dan endometrium mengalami atrofi , biarpun demikian uterus masih tetap dpt bereaksi terhadap estrogen, pemberian estrogen dr luar yg diikuti dgn penghentiannya dpt menimbulkan withdrawal bleeding
– epitel vagina juga menipis –> atropi selaput lendir vagina
– mammae mulai menjadi lembek, proses ini berlangsung terus menerus dalam senium

Gangguan pada Klimakterium
-Klimakterium dan menapause merupakan hal-hal yg khas bagi manusia
-perdarahan dalam klimakterium
-kelainan haid sering terjadi pd menapause
-dpt bersifat oligomenoroe atau polimenoroe (ggn siklus)
-dpt banyaknya darah wkt haid berupa hipomenoroe atau hipermenoroe, yg paling mengganggu ialah metroraghia
-metroragia disebabkan oleh tidak lagi teraturnya ovulasi dlm menapause , maka siklus sering anovulatoar yg dpt menimbulkan PUD
-endometrium yg dipengaruhi oleh estrogen tanpa pengaruh progesteron –> gambaran hiperplasia glandularis sistika ( paling sering terjadi )
-perlu dilakukan kuretase diagnostik
-metroragia dlm pramenapause disebabkan 77 % oleh PUD , 17,7 % polip dan mioma, dan 5,2 % oleh endometrium apabila perdarahan terjadi sesudah menapause, 50 % disebabkan oleh carcinoma
-Terapi –> perdarahan berlebihan yaitu : kuretase

Gangguan Neurovegetatif dan Ggn Psikis
– Irritabilitas, kecemasan, depresi, insomnia, vertigo, palpitasi jantung, rasa panas tu pada bagian badan atas, berkeringat banyak

Penanggulangan
– Dapat dicoba dgn penerangan,obat penenang
– Tapi jika keluhan berat disamping usaha diatas diberikan hormonal (Estrogen)
Beberapa kelainan kontra indikasi pemberian Estrogen:
1. Riwayat penyakit Trombo Emboli
2. Riwayat penyakit Hepar
3. D M
4. Hipertensi
5. Fibromioma uteri
6. CA jenis apapun

Penyakit – penyakit lain
– Artropatia, peny. Jantung koroner, mastitis

Menapause
– Haid terakhir atau saat terjadinya haid terakhir
– dignosis dibuat setelah amenorhoe ± 1 tahun
– dipengaruhi oleh : keturunan, kesehatan umum, dan pola hidup
– ada hub dgn menarche, makin dini menarche terjadi maka makin lambat menapause timbul dan sebaliknya
– menapause artifisial krn operasi atau radiasi umumnya menimbulkan keluhan yg lebih banyak dibandingkan dgn menapause alamiah

#####

Senium

– Pd senium telah tercapai keadaan keseimbangan hormonal yg baru sehingga tdk ada lagi ggn vegetatif maupun psikis
– yg mencolok dlm masa ini ialah kemunduran alat-alat tubuh dan kemampuan fisik yg mengalami proses ketuaan

Gangguan Senium
– Atropi alat – alat genetalia & jaringan sekitarnya
– meningkatnya proses katabolisme protein –> jaringan yg banyak dipengaruhi ialah tulang, otot, dan kulit
seperti : osteoporosis, atrofi mukosa vagina, uretritis dan sistitis

KB DAN MITOS DALAM MASYARAKAT

Gerakan Keluarga Berencana yang kita kenal sekarang ini bermula dari kepeloporan beberapa orang tokoh, baik di dalam maupun di luar negeri. Pada awal abad ke-19, di Inggris, upaya Keluarga Berencana mula-mula timbul atas prakarsa sekelompok orang yang menaruh perhatian pada masalah kesehatan ibu. Diantara pelopor Keluarga Berencana itu, Dr. Sulianto Sarosa dari Yogyakarta pada tahun 1952 menganjurkan para ibu untuk membatasi elahiran mengingat AKB yang cukup tinggi.

Program Keluarga Berencana mengalami perkembangan pesat, baik ditinjau dari sudut tujuan, ruang lingkup geografis, pendekatan, cara operasional, dan dampanya terhadap pencegahan kelahiran. Program Keluarga Berencana dilakukan untuk menjarangkan kehamilan dengan cara pemakaian alat kontrasesi.

Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Upaya itu dapat bersifat sementara, dapat pula bersifat permanen. Penggunaan kontrasepsi merupaan salah satu variabel yang mempengaruhi fertilitas.

Di zaman modern saat ini, bidan dalam memberikan suhannya dihadapkan dengan mitos-mitos tentang perilaku masyarakat dalam menjalani kehamilan, persalinan, dan nifas. Dimana ada beberapa mitos yang bertentangan dengan kesehatan reproduksi.

Berikut kutipan dari wawancara dengan Ibu Bidan Saerurah, Bidan Desa Slarang Kidul Lebaksiu tegal tentang program KB dan Mitos KB dalam Masyarakat. silahkan download disini