Panggilan Ibu dalam 34 Bahasa

Ingin tahu bagaimanakah panggilan ibu dalam 34 bahasa? Tapi sebelumnya ada sedikit ulasan mengenai makna Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember.  Makna peringatan Hari Ibu di negara kita  berbeda dengan Mother’s Day yang diadakan di negara lain.  Berikut ini sedikit kisah tentang Hari Ibu.

Awal mula peringatan Hari Ibu adalah adanya Kongres Perempuan Indonesia I di Yogyakarta. Bertempat di gedung yang sekarang bernama Mandalabhakti Wanitatama (saat ini seringnya dipakai tempat nikahan dan pameran D ) pada tanggal 22-25 Desember 1928. Dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera antara lain Wanita Utomo, Wanita Tamansiswa, Putri Indonesia, Aisyiyah, Jong Islamieten Bond bagian Wanita, Wanita Katholik, dan Jong Java bagian Perempuan.

Hasil keputusan kongres tersebut adalah mendirikan badan permufakatan bernama Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI) yang bertujuan menjadi pertalian segala perhimpunan perempuan Indonesia dan memperbaiki nasib dan derajat perempuan Indonesia.

PPPI mampu menyelenggarakan kongres-kongres hampir tiap tahun. Pada tahun 1930 kongres PPPI merekomendasikan berbagai kerja konkret yang lebih maju lagi, seperti menguatkan Perkumpulan Pemberantasan Perdagangan Perempuan dan Anak-anak, menyelidiki kondisi kesehatan perempuan dan kematian bayi di pedesaan, membuat propaganda tentang dampak buruk perkawinan dini bagi perempuan, mendirikan kantor penyuluh perburuhan, hak-hak perempuan dalam perkawinan, mempelajari hak pilih bagi kaum perempuan. Pemikiran-pemikiran yang sangat maju pada masa itu (Tahun 1930-an).

Seorang ibu sedang merangkai telur merah

Seorang ibu sedang merangkai telur merah

PPPI mengalami perubahan nama beberapa kali. Pada tahun 1929 menjadi Perikatan Perkoempoelan Isteri Indonesia (PPII), pada tahun 1935 menjadi Kongres Perempoean Indonesia dan pada tahun 1946 menjadi Kongres Wanita Indonesia disingkat KOWANI sampai saat ini.

Kongres Perempoean Indonesia tahun 1938 di Bandung menetapkan bahwa tanggal 22 Desember menjadi “Hari Ibu”. Keputusan ini dikukuhkan dengan keputusan Presiden RI No. 316 tanggal 16 Desember 1959 menjadi Hari Nasional. Kalau dilihat dari latar belakangnya mungkin lebih pas kalau dinamakan Hari Perempuan.

Sehingga makna Hari Ibu adalah mendayagunakan potensi wanita Indonesia, terwujudnya pribadi wanita Indonesia yang maju dan mandiri, menjamin pelaksanaan hak-hak wanita Indonesia serta terwujudnya kemitrasejajaran wanita. (Berdasarkan tujuan dari KOWANI)

Setelah sedikit mengulas tentang Hari Ibu, inilah panggilan Ibu dalam 34 bahasa.

Arab أم – Bulgaria Майка – Katalan Mare – China 母亲 – Kroasia Majka – Ceko Matka – Denmark Mor – Belanda Moeder – Inggris Mother – Filipina Ina – Finlandia Äiti – Prancis Mère – Jerman Mutter – Yunani Μητέρα – Ibrani אם – India माता  – Indonesia Ibu – Italia Madre – Jepang– Korea 어머니 – Latvia Māte – Lithuania Mama – Norwegia Mor – Polandia Matka – Portugis Mãe – Romania Mamă – Russia Мать – Serbia Мајка – Slovakia Matka – Slovenia Mati – Spanyol Madre – Swedia Moder – Ukrainia Мати – Vietnam Mẹ

Selamat Hari Ibu

Iklan

Banyak Jalan Mendapatkan Si Buah Hati

Setiap pasangan yang sudah menikah tentu mendambakan hadirnya si buah hati. Namun tidak semua orang dapat dengan mudah mendapatkannya, ada yang sampai bertahun-tahun harus menunggu. Jika Anda termasuk di dalamnya, jangan berkecil hati, pesatnya teknologi kedokteran telah memberikan harapan bagi setiap pasutri untuk menimang si buah hati.
Dahulu, pasangan yang belum juga diberi keturunan sering disebut mandul. Padahal vonis mandul itu sebenarnya kurang tepat karena seolah-olah pasangan tersebut tidak akan mendapatkan anak seumur hidup.
“Kami tidak pernah memakai istilah mandul karena pengertiaannya tidak ada harapan. kami selalu memakai istilah infertilitas, yang berarti tidak berhasil hamil, karenanya perlu dibantu untuk menjadi hamil,” kata dr.Andon Hestiantoro, Sp.OG (K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Seorang pasutri dianggap infertil jika mereka tak juga mendapatkan keturunan meskipun sudah melakukan hubungan suami istri secara teratur (tiga kali seminggu) selama setahun tanpa kontrasepsi. Kondisi ini disebut juga dengan infertilitas primer.

Sedangkan infertilitas sekunder adalah kondisi suatu pasangan di mana istri pernah hamil, tapi tidak berhasil hamil lagi meskipun telah melakukan aktivitas hubungan biologis secara teratur selama 12 bulan.
Pemeriksaan menyeluruh
Saat ini semakin banyak klinik yang memiliki spesialisasi khusus untuk membantu pasangan yang ingin memiliki anak. Mulai dari proses konsultasi hingga program bayi tabung. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mencari tahu apakah ada kelainan, mulai dari organ reproduksi sampai hormonnya.
“Pemeriksaan yang dilakukan antara lain pemeriksaan organ dalam mulai dari vagina misalnya ada keputihan atau tidak, lalu pemeriksaan rahim lewat USG untuk melihat bentuk rahim dan lapisan dalam rahim. Jika semua normal, dokter akan melakukan rontgen saluran telurnya,” papar Andon.
Masalah yang umum terjadi pada organ reproduksi adalah infeksi jamur atau bakteri, kanker mulut rahim, polip, hingga sumbatan saluran telur (tuba falopi ). “Kalau ada benjolan atau polip maka akan dioperasi pengangkatan, jika organnya tersumbat maka diperbaiki dan dibuka sumbatannya,” katanya.
Penyebab infertil lain adalah masalah yang terkait dengan hormon, seperti kegemukan atau tingginya kadar insulin dalam darah. Kondisi ini menurut Andon bisa menyebabkan kantung telur (folikel) tidak berkembang sehingga tidak terjadi ovulasi atau pecahnya sel telur.
Biasanya dokter akan menyarankan pasien untuk menurunkan berat badan sebanyak 5-10 persen. “Penurunan berat bisa memperbaiki kesuburan hingga 70 persen,” ujar Andon. Namun Andon tidak menyarankan memakai obat pelangsing karena justru akan mengganggu kesuburan.
Pada beberapa kasus pasien sulit hamil karena masalah ada pada sel telur, yakni tidak bisa berkembang. “Cara yang efektif untuk menaikkan ovulasi adalah dengan memberikan obat penyubur klomifen sitrat, cukup efektif menaikkan angka ovulasi sampai 70 persen, namun angka kehamilannya 30-40 persen,” tambah Andon.
Jika cara-cara tersebut gagal, maka pasien dianjurkan untuk melakukan terapi hormon, yakni pemberian hormon gonadotropin untuk merangsang aktivitas indung telur sehingga makin banyak kantung telur yang tumbuh.
“Kalau kita sudah masuk dalam tahapan sejauh ini, maka harus diakhiri dengan inseminasi atau bayi tabung. Kalau hanya dengan berhubungan biasa angka kehamilannya rendah,” paparnya.
Selalu ada harapan
Menurut Andon, hampir 90 persen pasangan yang sudah menikah selama setahun pasti akan hamil. “Dari 10 persen sisanya, 5 persen akan hamil di tahun berikutnya dan dari jumlah ini hanya sedikit sekali yang tidak hamil,” katanya optimis.
Tak sedikit pula pasangan yang sudah memeriksakan diri dan dinyatakan normal namun tetap tidak hamil juga. Kondisi tersebut menurut Andon disebut dengan unexplained infertility atau ketidaksuburan yang belum diketahui penyebabnya. “Keterbatasan alat dan keterbatasan pengetahuan dokter bisa mempengaruhi diagnosis,” ujarnya.
Yang tak kalah penting untuk meningkatkan peluang hamil adalah memeriksakan diri ke dokter sedini mungkin karena faktor usia memegang peranan penting dalam organ reproduksi.
Selain masalah pada organ reproduksi, faktor lain yang mempengaruhi kesuburan adalah gaya hidup. Stres, kurang olahraga, kegemukan dan penyakit kelamin yang disebabkan seks bebas termasuk dalam faktor yang menyebabkan seseorang infertil. “Di Jakarta semakin banyak kasus-kasus ini,” kata Andon.